MOMSMONEY.ID - Simak penjelasan tentang apa itu
child grooming, tanda dan juga dampaknya bagi anak-anak berikut ini. Fenomena
child grooming jadi perhatian khusus perlindungan anak-anak karena bisa terjadi tanpa disadari oleh korbannya.
Child grooming merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan kekerasan dan pelecehan pada anak-anak di bawah umur.
Baca Juga: Hati-Hati, 5 Zodiak Ini Punya Potensi Jadi Tukang Selingkuh lo Melansir dari laman
NSPCC (National Society of Prevention of Cruelty to Children),
child grooming adalah tindakan pelecehan yang dilakukan oleh orang dewasa pada anak di bawah umur. Caranya adalah dengan membangun hubungan yang kemudian membuat anak-anak tersebut jadi memiliki kepercayaan secara emosional pada orang dewasa. Hal tersebut jadi berbahaya sebab tujuannya adalah untuk memanipulasi, mengeksploitasi, dan melecehkan anak-anak baik secara fisik, emosi, hingga seksual. Siapa pun bisa menjadi
groomer, sebutan untuk pelaku
child grooming, tanpa mengenal usia, jenis kelamin dan juga ras yang berlangsung dengan periode tak terbatas.
Baca Juga: 6 Tips Cara Bersosialisasi Mudah bagi Kaum Introvert, Coba yuk Ada beberapa tahap dari
child grooming yang dilansir dari laman
Center for Children Protection, yaitu: 1. Menargetkan anak-anak dengan menarik perhatiannya 2. Mendapatkan kepercayaan dari orang tua atau pengasuh anak tersebut 3. Memanjakan dan memberikan perhatian lebih 4. Mengisolasi atau hanya mengijinkan anak-anak berada di jangkauannya 5. Menunjukkan ketertarikan seksual dalam hubungan tersebut 6. Menjadi pemegang kontrol dalam hubungan tersebut
Baca Juga: Ada 5 Alasan Kenapa Mantan Tiba-Tiba Menghubungi Setelah Putus, Ini Daftarnya Selain perlu untuk mengetahui beberapa tahapan dalam
child grooming, penting juga untuk mengetahui beberapa tipe
child grooming. Seperti hubungan romantis atau pacaran dan sebagai mentor atau pembimbing yang sering kali dijadikan modus dalam
child grooming. Walau susah untuk menentukan dengan pasti apakah seorang anak berada dalam situasi
child grooming, namun ada beberapa tanda yang bisa digunakan untuk mengetahuinya. Seperti memiliki pasangan yang jauh lebih tua, lebih suka menghabiskan waktu dengan pasangan dan memiliki ketergantungan pada alkohol di bawah umur.
Tanda lain seperti memiliki keinginan seksual yang tinggi dibanding dengan anak-anak atau remaja seumurannya juga bisa jadi tanda seseorang mengalami
child grooming. Ada pula dampak jangka panjang atau pendek yang mungkin dialami anak-anak setelah mengalami
child grooming. Seperti trauma, kesulitan tidur, cemas, hingga depresi. Nah, itulah tadi pengertian dan penjelasan singkat tentang
child grooming beserta tandanya. Mulai perhatikan ya, moms. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News Editor: Christ Penthatesia