KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jasa Armada Indonesia Tbk (
IPCM) memutuskan membagikan dividen final sebesar Rp 125,51 miliar atau Rp 23,75 per saham dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp 196,44 miliar. Dengan nilai tersebut, perseroan mengalokasikan sekitar 63,9% laba tahun lalu untuk pemegang saham. Keputusan pembagian dividen itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Sebelumnya, IPCM telah menyalurkan dividen interim sebesar Rp 23,25 miliar atau Rp 4,40 per saham pada 15 Januari 2026.
Baca Juga: Laba Bersih Jasa Armada Indonesia (IPCM) Naik 3,03% pada Kuartal I-2026 Dengan demikian, sisa dividen tunai yang akan dibagikan kepada pemegang saham mencapai Rp 102,26 miliar atau Rp 19,35 per saham dan dijadwalkan dibayarkan pada 24 Juli 2026. Direktur Utama sekaligus Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPCM, Shanti Puruhita, mengatakan pembagian dividen tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan menjaga kinerja operasional dan menjalankan strategi bisnis secara efektif sepanjang 2025. Menurutnya, capaian itu tidak terlepas dari dukungan para pemegang saham yang terus memberikan kepercayaan kepada perseroan. "Kami berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan kinerja positif IPCM pada tahun-tahun mendatang," ujar Shanti dalam keterangan resmi, Rabu (24/6).
Keputusan membagikan dividen dalam jumlah besar ditopang oleh pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang tahun lalu. IPCM membukukan pendapatan sebesar Rp 1,47 triliun, meningkat 9,65% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 1,34 triliun. Penyumbang terbesar pendapatan masih berasal dari jasa penundaan yang mencapai Rp 1,32 triliun atau sekitar 89,5% dari total pendapatan. Sementara jasa pemanduan berkontribusi Rp 105,07 miliar atau 7,12%, sedangkan jasa pengangkutan dan layanan lainnya menyumbang Rp 49,67 miliar atau 3,37%.
Baca Juga: Unilever (UNVR) Tebar Dividen Final Rp 114 per Saham, Potensi Yield Capai 7,06% Seiring pertumbuhan pendapatan, laba komprehensif IPCM juga naik 17,74% secara tahunan menjadi Rp 196,44 miliar. Di sisi neraca, total aset perseroan meningkat 3,91% menjadi Rp 1,71 triliun dari Rp 1,65 triliun pada tahun sebelumnya. Peningkatan pendapatan, laba, dan aset tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat struktur keuangan di tengah dinamika industri maritim. Selain menyetujui penggunaan laba, pemegang saham juga menyepakati penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan, khususnya Pasal 3 mengenai maksud, tujuan, dan kegiatan usaha agar selaras dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Manajemen menegaskan perubahan tersebut bersifat administratif, meliputi pemutakhiran nomenklatur, deskripsi, dan penomoran KBLI, serta penghapusan kode yang sudah tidak relevan. Penyesuaian itu tidak mengubah kegiatan usaha utama perseroan sebagaimana diatur dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Cek Rekening, Bank BRI (BBRI) Tebar Dividen Interim Rp 20,6 Triliun Hari Ini (15/1) Shanti menambahkan, dukungan pemegang saham, pelanggan, mitra bisnis, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi penting bagi IPCM untuk terus bertumbuh dan memperkuat kontribusinya terhadap industri maritim nasional. Jadwal dividen final IPCM tahun buku 2025:
- Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 1 Juli 2026
- Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 2 Juli 2026
- Recording date: 3 Juli 2026
- Cum dividen pasar tunai: 3 Juli 2026
- Ex dividen pasar tunai: 6 Juli 2026
- Pembayaran dividen tunai: 24 Juli 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News