Jasa Armada (IPCM) Catat Kenaikan Laba Bersih 17,7%, Pendapatan Capai Rp 1,47 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan ini berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 9,65% menjadi Rp1,47 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang senilai Rp1,34 triliun.

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, perusahaan ini berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih 17,74% menjadi Rp196,44 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp166,84 miliar. 

Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita, menyampaikan bahwa peningkatan ini membuktikan rencana strategis perusahaan dalam melakukan ekspansi dan penguatan bisnis model telah berjalan sesuai rencana dan menghasilkan kinerja produksi yang semakin baik melalui peningkatan layanan pemanduan dan penundaan. 


Baca Juga: Tenang! Tarif Listrik Kuartal II 2026 Tak Naik Demi Jaga Daya Beli Masyarakat

Selain itu, kebijakan perusahaan dalam melakukan efektivitas pola operasional serta pengelolaan biaya juga terbukti berkontribusi positif bagi perusahaan.

Sepanjang tahun 2025, kontribusi pendapatan terbesar berasal dari jasa penundaan senilai Rp1,32 triliun atau 89,51% dari total pendapatan. Jasa pemanduan menyumbang Rp105,07 miliar atau 7,12%, sementara sisanya berasal dari jasa pengangkutan dan lainnya sebesar Rp49,67 miliar atau 3,37%.

"Pertumbuhan kinerja IPCM pada tahun 2025 menunjukkan ketahanan model bisnis perusahaan serta komitmen kami dalam memberikan layanan maritim yang andal dan berdaya saing,” ungkap Shanti, dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026). 

Sebagai perusahaan jasa kepelabuhanan yang berfokus pada layanan pemanduan, penundaan kapal, pengepilan, serta layanan maritim lainnya, IPCM optimis terhadap prospek pertumbuhan industri maritim nasional yang terus berkembang seiring peningkatan aktivitas perdagangan dan logistik di Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan perusahaan ini kembali memperkuat kemitraan strategisnya pada tahun 2025 dengan PT Pelabuhan Bukit Prima (PBP) dan PT Nusantara Regas melalui lanjutan perjanjian kerja sama penyediaan penundaan kapal di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PBP milik PT Bukit Asam Tbk serta jasa pemanduan dan penundaan kapal Terminal Khusus (Tersus) Floating Storage and Regasification (FSRU) PT Nusantara Regas. 

Kerja sama ini menjadi bentuk kepercayaan berkelanjutan dari mitra industri terhadap kualitas layanan maritim IPCM dalam mendukung operasional pelabuhan industri.

Baca Juga: Apindo: Ekonomi Lebaran 2026 Diproyeksi Meningkat, Namun Tumbuh Moderat

Dia menambahkan, seiring dengan dinamika kondisi geopolitik global yang menantang, IPCM akan terus mendorong peningkatan kinerja melalui optimalisasi armada, penguatan layanan di wilayah strategis, serta pengembangan inovasi layanan guna mendukung kelancaran arus logistik nasional dan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi investor.

“Selaras dengan berbagai inisiatif dikombinasikan dengan kinerja finansial IPCM yang kuat, pencapaian operasional, serta komitmen terhadap keberlanjutan, IPCM semakin meneguhkan perannya sebagai perusahaan jasa kepelabuhanan yang berintegritas, kompetitif, dan berkontribusi nyata bagi industri maritim nasional,” tandasnya. 

Dari sisi posisi keuangan, IPCM kembali menunjukkan fundamental yang kuat dengan mencatatkan peningkatan total aset naik 3,91% menjadi sebesar Rp1,71 triliun dan total ekuitas naik 5,48% menjadi sebesar Rp1,36 triliun pada akhir tahun 2025. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News