Jasa Marga Integrasikan Transaksi hingga Layanan Tol lewat Travoy



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memperluas pemanfaatan teknologi digital untuk mengintegrasikan layanan mobilitas pengguna jalan tol. Salah satunya dilakukan melalui pengembangan ekosistem Travoy yang mencakup kebutuhan pengguna sebelum, selama, hingga setelah perjalanan.

Pengembangan ekosistem digital tersebut diperkenalkan Jasa Marga melalui Travoy Center dalam Danantara Housing Expo 2026 yang berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono mengatakan transformasi digital menjadi bagian dari upaya perseroan meningkatkan pengalaman pengguna, tidak hanya dari sisi infrastruktur jalan tol tetapi juga layanan yang menyertai perjalanan.


Baca Juga: Jasa Marga (JSMR) Catat Pendapatan Rp 5,1 Triliun di Kuartal I 2026

“Jasa Marga tidak hanya menghubungkan jalan, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Melalui kehadiran Travoy Center di Danantara Housing Expo 2026, kami ingin mengajak masyarakat merasakan langsung bagaimana pengalaman ‘Seamless Way to Go’, yang menghadirkan mobilitas yang lebih praktis melalui konektivitas berbagai layanan dalam satu ekosistem digital yang semakin terhubung,” ujar Rivan dalam keterangan resminya, Sabtu (29/8/2026).

Melalui Aplikasi Travoy, pengguna dapat mengakses sejumlah layanan yang berkaitan dengan perjalanan di jalan tol. Pada tahap transaksi, misalnya, pengguna dapat memanfaatkan fitur digital receipt, top up, serta transaksi nirsentuh berbasis stiker Radio Frequency Identification (RFID).

Sementara ketika membutuhkan tempat beristirahat, pengguna dapat memperoleh informasi fasilitas melalui Travoy Rest, termasuk informasi mengenai ketersediaan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di area istirahat.

Untuk pengguna yang mengalami kendala dalam perjalanan, ekosistem tersebut juga terhubung dengan One Call Center 133. Layanan ini dapat digunakan untuk memperoleh bantuan, termasuk layanan derek dan dukungan petugas di lapangan.

Pengembangan tersebut menunjukkan pergeseran layanan jalan tol yang tidak lagi hanya berfokus pada pengelolaan infrastruktur fisik, tetapi mulai mengintegrasikan layanan digital untuk menunjang perjalanan pengguna secara menyeluruh.

Baca Juga: Jasa Marga Raih Pendanaan dari BSI Senilai Rp 1,56 Triliun untuk Infrastruktur Hijau

Jasa Marga memperkenalkan konsep connected and seamless mobility melalui tiga tahapan perjalanan, yakni pre-journey, on-journey, dan post-journey. Konsep tersebut diarahkan untuk menghubungkan berbagai kebutuhan pengguna dalam satu ekosistem digital.

Dalam pengenalan ekosistem tersebut, Jasa Marga juga menggelar mini talkshow bertema “Connected & Seamless Mobility Experience with Travoy”. Kegiatan ini membahas pengalaman perjalanan pengguna dan pemanfaatan teknologi dalam mendukung mobilitas.

Rivan mengatakan transformasi digital Jasa Marga akan terus diarahkan pada kebutuhan pengguna. Dengan pengembangan Travoy, perseroan berupaya membangun layanan yang lebih terintegrasi dengan aktivitas mobilitas masyarakat.

Langkah digitalisasi ini juga sejalan dengan pengembangan kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin terhubung dengan aktivitas hunian dan kawasan perkotaan. Integrasi informasi perjalanan, transaksi, fasilitas istirahat, hingga layanan bantuan menjadi bagian dari upaya membangun pengalaman perjalanan yang lebih terintegrasi.

Jasa Marga menyatakan akan terus mengembangkan transformasi digital dengan menempatkan kebutuhan pengguna sebagai prioritas. Melalui Travoy, perseroan menargetkan layanan jalan tol dapat semakin relevan dengan pola mobilitas masyarakat yang berkembang.

Pengembangan layanan berbasis teknologi tersebut juga diarahkan untuk mendukung pembangunan dan pengembangan infrastruktur dengan pemanfaatan teknologi serta inovasi, sekaligus memperkuat layanan jalan tol yang terintegrasi dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.

Baca Juga: Laba Jasa Marga (JSMR) Turun 19% Jadi Rp 3,7 Triliun, Tapi Ekspansi Tetap Jalan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News