Jasa Marga Optimalkan Data Traffic untuk Tingkatkan Transaksi Tol



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mengoptimalkan pemanfaatan data lalu lintas jalan tol untuk memperkuat analisis bisnis dan membaca pergerakan aktivitas ekonomi antarwilayah. 

Upaya ini dilakukan melalui integrasi data dengan Badan Pusat Statistik (BPS), yang diharapkan dapat meningkatkan akurasi analisis mobilitas masyarakat dan pergerakan logistik.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono mengatakan, data statistik yang akurat dan terintegrasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengambilan keputusan perusahaan. Melalui kolaborasi dengan BPS, Jasa Marga dapat memperkaya analisis lalu lintas dengan informasi perkembangan ekonomi wilayah.


"Informasi statistik yang akurat dan terintegrasi dapat membantu kami memahami perkembangan ekonomi wilayah, pergerakan sektor transportasi, serta keterkaitannya dengan aktivitas logistik dan operasional jalan tol," kata Rivan dalam keterangannya, Minggu (8/11/2026).

Kerja sama Jasa Marga dan BPS tersebut mencakup integrasi serta pertukaran data dan informasi melalui Application Programming Interface (API) dengan memanfaatkan platform masing-masing institusi.

Baca Juga: Jasa Marga (JSMR) Optimalkan Teknologi untuk Tingkatkan Layanan Jalan Tol

Pemanfaatan data statistik BPS nantinya juga akan memperkuat kapabilitas data intelligence di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC). Dengan integrasi tersebut, perusahaan berharap dapat meningkatkan akurasi prediksi lalu lintas, merencanakan kesiapan operasional jalan tol, serta mengembangkan layanan sesuai kebutuhan pengguna jalan.

Rivan menambahkan, analisis lalu lintas yang diperkaya data statistik dapat membantu perusahaan memahami pola mobilitas masyarakat dan pergerakan barang. Informasi tersebut juga menjadi masukan dalam perencanaan bisnis dan pengelolaan jalan tol.

Sementara itu, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, data lalu lintas jalan tol yang dihimpun Jasa Marga setiap hari berpotensi memperkuat kualitas statistik, khususnya dalam mengukur aktivitas sektor transportasi dan kontribusinya terhadap perekonomian.

Menurut Amalia, data lalu lintas jalan tol dapat memberikan gambaran aktivitas ekonomi antarwilayah secara lebih cepat. Dengan demikian, pengukuran aktivitas ekonomi tidak selalu harus menunggu hasil survei.

Baca Juga: Jasa Marga Integrasikan Transaksi hingga Layanan Tol lewat Travoy

Terlebih, data lalu lintas yang tersedia saat ini telah mencakup sekitar 70% lalu lintas jalan tol. Cakupan tersebut dinilai dapat menjadi sumber informasi tambahan bagi BPS untuk menangkap dinamika perekonomian.

"Jalan tol berperan penting sebagai pengungkit aktivitas ekonomi yang setiap triwulan kami ukur. Aktivitas ekonomi ini kami ukur dari semua wilayah yang akhirnya berujung pada pertumbuhan ekonomi," ujar Amalia.

Ia mencontohkan, perubahan aktivitas ekonomi juga dapat tercermin dari pergerakan lalu lintas jalan tol. Saat pandemi Covid-19, misalnya, penurunan aktivitas ekonomi diikuti oleh penurunan lalu lintas jalan tol.

Ke depan, integrasi data kedua institusi juga berpeluang dikembangkan untuk pemodelan, prediksi, dan proyeksi mobilitas masyarakat. BPS berharap pemanfaatan data lalu lintas Jasa Marga dapat menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai aktivitas ekonomi nasional.

Baca Juga: Jasa Marga Optimistis Pertumbuhan Positif Berlanjut pada Semester II 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News