Jasa Marga targetkan trafik 1,35 miliar kendaraan



JAKARTA. Tahun ini PT Jasa Marga Tbk menargetkan volume lalu lintas sebanyak 1,35 miliar kendaraan. Target tersebut lebih rendah dibandingkan pencapaian tahun 2015, yakni 1,379 miliar kendaraan.

Sementara realisasi trafik kendaraan tahun 2016 masih dalam proses audit. "Tapi kami optimistis, pencapaian lalu lintas kendaraan tahun lalu melampaui target," kata Assistant Vice President Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru, kepada KONTAN, Selasa (10/1).

Menurut catatan pemberitaan KONTAN, Jasa Marga menetapkan target volume lalu lintas sebanyak 1,41 miliar kendaraan. Belakangan, emiten berkode JSMR tersebut mengaku telah merevisi target. Hanya saja, mereka tak berbagi informasi revisi targetnya.


Manajemen Jasa Marga hanya bilang, penyebab revisi target karena mereka kehilangan sumber pendapatan dari jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Seksi S, yakni Pondok PinangJagorawi. Ruas tol yang lebih tenar dengan nama ruas tol TB Simatupang itu beralih kepemilikan ke PT Hutama Karya (Persero) sejak Maret 2016.

Sedikit kilas balik, pengalihan aset tol JORR Seksi S bermula dari kasus korupsi PT Marga Nurindo Bhakti tahun 1998. Menurut putusan Mahkamah Agung tahun 2001, hak konsesi atas aset tol JORR seksi S berikut bangunan dan pintu gerbang dirampas negara c.q. Hutama Karya.

Alokasi capex

Tak berhenti sampai di situ, akhir tahun 2016 Jasa Marga kembali apes saat mengetahui Jembatan Cisomang di kilometer (km) 99 tol Cipularang, retak. Meski mengaku tak berdampak signifikan, bisnis mereka terganggu hingga perbaikan jembatan rampung.

Nah, tahun ini Jasa Marga berharap mendapatkan pengganti sumber pendapatan yang hilang. Sambil berharap pada peningkatan trafik kendaraan di ruas tol eksisting, mereka akan mengoperasikan proyek tol baru.

Menurut jadwal, Jasa Marga, ada enam ruas tol yang akan siap beroperasi dengan total panjang 234,95 km. Dari enam ruas tol itu, lima di antaranya berada di Jawa. Lantas satu sisanya berada di Sumatera.

Namun memang, pada tahap awal operasional jalan tol baru nanti, Jasa Marga tak berharap kontribusi maksimal. "Lalu lintas kendaraan untuk jalan tol saat baru beroperasi biasanya belum bisa langsung ramai, kemungkinan baru akan berkontribusi signifikan di tahun 2018," ujar Heru.

Untuk mendukung rencana bisnis tahun ini, Jasa Marga mengalokasikan dana belanja modal atawa capital expenditure (capex) sekitar Rp 26,9 triliun. Sebanyak Rp 22,3 triliun di antaranya untuk mendukung pembangunan dan pengoperasian ruas-ruas jalan tol baru. Sementara Rp 600 miliar untuk pengembangan usaha non tol dan sisanya untuk belanja operasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini