Jasa Raharja proyeksi laba 2018 turun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jasa Raharja (Persero) memproyeksi perolehan laba bersih tahun ini masih menurun. Penyebab utama masih karena kenaikan jumlah santunan mulai Juni 2017 lalu.

Seperti diketahui, besaran jumlah santunan naik sebesar 100% berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI No. 15/PMK.010/2017 dan No. 16/PMK.010/2017 tanggal 13 Februari 2017 yang berlaku sejak 1 Juni 2017.

Direktur Utama Jasa Raharja Budi Setyarso mengatakan, tahun lalu, pihaknya mengantongi keuntungan sebesar Rp 2 triliun. Angka ini sedikit melampaui target sebesar Rp 1,8 triliun. Hal ini disebabkan angka kecelakaan yang turun dari 26.000 orang pada 2016 menjadi 24.000 orang pada tahun lalu.


Namun, dengan adanya penyesuaian nilai manfaat baru tersebut, manajemen Jasa Raharja memperkirakan, perolehan laba perusahaan tahun ini akan menurun.

"Kami melihat laba masih akan turun, mungkin di posisi Rp 1,8 triliun sampai akhir tahun ini. Tapi yang terpenting kami berdiri bertujuan untuk sosial bukan semata-mata mengejar laba," ujar Budi di Jakarta, Rabu (10/1).

Meski laba diproyeksi masih belom melonjak, namun Budi mengaku tak khawatir. Pasalnya untuk memaksimalkan pendapatan, Jasa Raharja melihat jumlah kendaraan maupun pengguna moda transportasi akan meningkat sebesar 7,5% di tahun ini, sehingga akan menambah jumlah penerimaan iuran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini