Jasindo: Pelemahan Rupiah Belum Berdampak Signifikan ke Bisnis Marine Cargo



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ternyata belum memberikan dampak signifikan pada lini bisnis asuransi marine cargo PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana mengatakan hingga saat ini bisnis marine cargo di perusahaan masih terjaga meskipun rupiah sedang tertekan.

"Sejauh ini, pelemahan rupiah tidak berdampak signifikan terhadap kinerja bisnis marine cargo Asuransi Jasindo," ujarnya kepada Kontan, Rabu (10/6/26).


Baca Juga: KB Bank Mengkaji Wacana Pemerintah Perpanjang Tenor KPR Hingga 40 Tahun

Ia menjelaskan, pelemahan rupiah terhadap marine cargo umumnya berkaitan dengan perubahan nilai pertanggungan dan dinamika aktivitas perdagangan. Meski demikian, kebutuhan perlindungan terhadap pengangkutan barang masih tetap terjaga sehingga prospeknya terbilang masih positif.

Di sisi lain, pelemahan rupiah juga berpotensi memengaruhi nilai pertanggungan yang pada akhirnya akan berdampak pada besaran premi atau nilai klaim. Namun, penentuan premi tidak hanya didasarkan pada pergerakan nilai tukar mata uang saja.

"Penentuan premi tetap mempertimbangkan berbagai aspek risiko dan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor nilai tukar," lanjutnya.

Oleh karena itu, sejauh ini Asuransi Jasindo belum berencana untuk melakukan penyesuaian tarif premi secara umum. Ia menambahkan, evaluasi tarif premi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan risiko dan kondisi pasar yang terjadi.

Kendati begitu, perusahaan tetap mewaspadai sejumlah risik apabila nilai tukar rupiah terus melemah dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Sejumlah risiko yang patut diantisipasi antara lain, potensi meningkatnya nilai eksposur pertanggungan dan kenaikan nilai klaim, terutama untuk objek pertanggungan yang memiliki keterkaitan dengan mata uang asing.

Baca Juga: Kredit Digital Bank Raya (AGRO) Naik 29% di Kuartal I-2026, Ini Strateginya ke Depan

Oleh karenanya, Asuransi Jasindo terus berupaya memperkuat manajemen risiko melalui penerapan seleksi risiko yang prudent, pemantauan portofolio secara berkala, dan mendukung reasuransi yang memadai.

Sementara terkait strategi lindung nilai atau hedging, Brellian mengatakan penerapannya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat eksposur yang dimiliki perusahaan.

Sebagai informasi, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat kenaikan klaim yang dibayar pada lini marine cargo sekitar 6,7% menjadi Rp357 miliar pada Kuartal I-2026 dibanding periode sebelumnya yang bernilai Rp335 miliar. Sementara itu, rasio klaim juga meningkat dari 20% menjadi 24%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News