Jasindo Syariah Sebut Masih Ada Peluang Tingkatkan Ekuitas lewat Bisnis Organik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasindo Syariah menilai masih ada peluang meningkatkan ekuitas lewat pertumbuhan bisnis organik (lewat perolehan kontribusi) pada tahun ini. Sekretaris Perusahaan PT Asuransi Jasindo Syariah, Wahyudi menyampaikan pertumbuhan bisnis organik tetap menjadi salah satu strategi utama untuk memperkuat permodalan perusahaan melalui peningkatan kontribusi, pengelolaan underwriting yang lebih selektif, serta optimalisasi hasil investasi. 

"Meski demikian, pencapaian target ekuitas tidak hanya bergantung pada pertumbuhan premi semata, tetapi juga pada kemampuan perusahaan menjaga kualitas bisnis, sehingga menghasilkan profitabilitas yang berkelanjutan," ujarnya kepada Kontan, Jumat (3/7/2026).

Selain itu, Wahyudi menerangkan industri asuransi syariah juga masih berpotensi menumbuhkan bisnis secara organik, karena memiliki ruang pertumbuhan yang cukup besar. Hal itu seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan berbasis syariah, perkembangan ekosistem ekonomi syariah nasional, serta dukungan regulator dalam memperkuat industri. 


Baca Juga: Jasindo Syariah Perketat Klaim, Cuaca Ekstrem Jadi Ancaman Utama

"Oleh karena itu, kami optimistis pertumbuhan bisnis organik dapat memberikan kontribusi positif terhadap penguatan ekuitas perusahaan, sepanjang tetap didukung oleh manajemen risiko yang prudent dan efisiensi operasional," tuturnya.

Lebih lanjut, Wahyudi menyampaikan pihaknya akan menerapkan sejumlah strategi guna meningkatkan kontribusi pada tahun ini. Dia bilang salah satu strateginya adalah memperkuat kerja sama dengan mitra strategis baik perbankan syariah, lembaga keuangan, korporasi, maupun komunitas yang memiliki kebutuhan perlindungan berbasis syariah.

Strategi lainnya, yaitu melakukan pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, termasuk produk ritel dan mikro yang lebih mudah diakses masyarakat. Wahyudi mengatakan Jasindo Syariah juga berupaya memperluas kanal distribusi melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan jaringan pemasaran agar proses akuisisi nasabah menjadi lebih efektif.

Baca Juga: Klaim Jasindo Syariah Turun 42% di Februari 2026, Ini Penyebabnya

"Perusahaan juga terus meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan agar mampu meningkatkan tingkat retensi nasabah, serta mendorong cross-selling dan renewal polis," ucapnya.

Dari sisi korporasi, Wahyudi menyebut perusahaan juga aktif menggarap sektor-sektor potensial, seperti pembiayaan, infrastruktur, energi, kesehatan, pendidikan, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang masih memiliki kebutuhan perlindungan cukup besar.

Berdasarkan laporan keuangan di situs resmi, Jasindo Syariah mencatatkan pendapatan kontribusi sebesar Rp 103,34 miliar per Mei 2026. Adapun beban klaim tercatat sebesar Rp 48,66 miliar per Mei 2026. 

Baca Juga: Strategi Jasindo Syariah Kejar Pertumbuhan Positif di Tengah Tantangan Industri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News