KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bencana gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini dan terdapat ancaman El Nino menjadi perhatian industri asuransi umum. Sebab, kedua fenomena itu berpotensi membuat klaim industri meningkat pada Semester II-2026. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menilai bencana alam, termasuk gempa bumi dan cuaca ekstrem, dapat berpotensi meningkatkan eksposur risiko. Meski demikian, Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema Widayana mengatakan perusahaan senantiasa mengantisipasi hal tersebut melalui beberapa strategi.
Baca Juga: Permata Bank Bidik Fee Based Income dari Transaksi Permata KKI Gema menyampaikan Jasindo menerapkan strategi
underwriting yang
prudent dan pengelolaan portofolio secara hati-hati. "Ditambah, menerapkan kesiapan proses penanganan klaim sesuai ketentuan polis," ujarnya kepada Kontan, Jumat (21/8/2026). Dalam menyikapi laporan klaim mengenai gempa di NTT, Gema mengatakan setiap laporan dari pemegang polis akan diterima dan ditindaklanjuti sesuai prosedur, serta cakupan perlindungan dari masing-masing polis. Selain memberikan perlindungan asuransi, Gema menerangkan Asuransi Jasindo juga turut hadir membantu masyarakat terdampak gempa NTT melalui penyaluran bantuan makanan siap saji melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi NTT. Hal itu dilakukan sebagai wujud dari kepedulian pada masa tanggap darurat.
Baca Juga: IBMA Diharapkan Mampu Mendongkrak Pertumbuhan Kelolaan Emas Hingga Dua Digit Lebih lanjut, Gema mengatakan asuransi merupakan salah satu instrumen penting dalam memperkuat ketahanan finansial masyarakat dan dunia usaha terhadap risiko bencana. Dalam hal itu, dia bilang Asuransi Jasindo mendukung penguatan ekosistem perlindungan bencana di Indonesia, termasuk melalui edukasi dan komunikasi mengenai pentingnya perlindungan risiko bencana kepada kementerian atau lembaga. Dalam hal ketahanan nasional, terutama pada aset kementerian atau lembaga, Gema menyampaikan Asuransi Jasindo sebagai Ketua Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara (ABMN), juga turut berkontribusi dalam mendorong penguatan kolaborasi dan
awareness terkait pengelolaan, serta perlindungan risiko bencana. Sebagai informasi, data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, industri asuransi umum membukukan total nilai klaim sebesar Rp 12,92 triliun pada kuartal I-2026, atau meningkat 17,7% secara
Year on Year (YoY). Adapun rasio klaimnya mencapai 41,5%, atau meningkat dari kuartal I-2025 yang sebesar 36,0%. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News