KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) optimistis dapat mencapai target pertumbuhan kinerja pada 2026 meskipun realisasi kuartal I-2026 terpantau melambat dibandingkan posisi pada periode yang sama tahun lalu. Pada tahun ini perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di atas 10% pada tahun ini.
Merujuk laporan keuangan, penjualan JTPE tercatat menurun 23,90% menjadi Rp 265,05 miliar per kuartal I-2026, dibandingkan Rp 348,32 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Segmen sekuriti khususnya produk identitas, payment card, serta dokumen keamanan masih mejnadi penopang kinerja pada periode ini.
Penurunan penjualan tersebut membuat laba bersih perusahaan anjlok ke angka Rp 27,30 miliar, dari semula Rp 51,16 miliar pada kuartal pertama tahun lalu.
Direktur JTPE, Lukito Budiman mengatakan bahwa realisasi kinerja perusahaan pada awal 2026 menghadapi tekanan akibat pergeseran siklus pengadaan, terutama dari segmen government yang menjadi salah satu pasar utama perseroan.
Baca Juga: Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Sukses Cetak Kinerja Double Digit pada Tahun Buku 2025 “Memang ada penurunan dibanding Rp348 miliar pada kuartal I-2025. Memang ini terjadi karena adanya pergeseran pengadaan yang kita expect berada di kuartal kedua dan ketiga 2026,” ujar Lukito, dalam paparan publik virtual, Jumat (29/5/2026).
Di tengah tekanan tersebut, manajemen mengaku tetap optimistis dengan prospek bisnis di sisa tahun ini Salah satunya ditopang oleh capaian order book dan tender yang telah berhasil diamankan. Hingga April 2026, perusahaan mengklaim telah mengamankan sekitar 60% dari target pendapatan tahun
berjalan. Untuk menopang pertumbuhan jangka panjang, JTPE mengandalkan empat strategi utama pada 2026, yakni penguatan bisnis inti security printing, ekspansi melalui joint venture, investasi teknologi keamanan, serta percepatan transformasi digital. Di luar bisnis inti, JTPE juga mempercepat ekspansi melalui pengembangan RFID, biometrik, digital identity hingga e-sign. Terkait RFID, perusahaan telah membentuk joint venture untuk memperluas penetrasi bisnis baru tersebut. Menurut Lukito, kontribusi awal bisnis baru tersebut diperkirakan mulai terlihat pada semester II-2026.
Baca Juga: Jasuindo (JTPE) Siapkan Capex Rp100 Miliar, Percepat Diversifikasi dan Ekspansi Pasar Meski demikian, kontribusi terhadap pendapatan tahun ini diperkirakan masih terbatas sekitar 1%-2% dari total penjualan tahunan.
“Kita expect untuk mulai komersial dan mulai mencatatkan revenue pada 1 Juli. Itu kita seharusnya sudah bisa mencatatkan revenue,” jelasnya.
Dari sisi investasi, JTPE mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sekitar Rp 100 miliar pada tahun ini. Dana capex tersebut diprioritaskan untuk peremajaan mesin dan juga untuk modernisasi mesin-mesin yang sudah adah dan mesin untuk ekspansi usaha.
Adapun tantangan utama yang dihadapi perusahaan sepanjang tahun ini berasal dari ketidakpastian global, inflasi, hingga pelemahan rupiah.
Dalam menghadapi tantangan tersebut perusahaan menyatakan telah melakukan langkah mitigasi melalui strategi hedging untuk mengurangi dampak volatilitas kurs dan biaya bahan baku. “Dengan cara kita mengamankan setiap tender-tender yang kita menangkan itu kita sudah hedging ya. Untuk pembelian bahan bakunya itu. Untuk mengurangi risiko dengan kenaikan atau volatilitas kurs tadi,” pungkasnya.
Baca Juga: Strategi Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Kejar Pertumbuhan Dobel Digit pada 2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News