Jatah menteri dikurangi, sikap PKS terbelah



JAKARTA. Pengurangan jatah menteri di kabinet baru membuat Partai Keadilan Sejahtera terpecah. Wakil Ketua DPP PKS Agus Purnomo mengungkapkan ada dua pendapat yang menyikapi pengurangan jatah menteri tersebut.Menurut Agus, pendapat pertama dikenal sebagai tiji tibeh. Istilah Jawa yang berarti mati satu mati semua. Agus bilang kelompok ini meminta PKS menarik semua kadernya di kabinet bila ada pengurangan jatah. Katanya, kelompok ini ingin keluar dari koalisi karena telah terjadi pelanggaran kontrak dengan pemerintah. Sebab, kelompok ini beranggapan sesuai kontrak, PKS berhak mendapat empat kursi menteri. Namu, setelah perombakan kabinet, PKS hanya mendapat jatah tiga kursi. Menurut Agus, kelompok ini menyarankan PKS keluar dari koalisi.Di sisi lain, Agus mengatakan, ada kelompok yang menentang pendapat tersebut. Menurutnya, kelompok ini ingin tetap bertahan sebagai koalisi pendukung pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan alasan strategis. Ia enggan mengurai lebih lanjut soal pertimbangan strategis itu. Yang jelas, Agus memaparkan, kedua pendapat ini sama kuatnya. Karena itu, dia mengatakan, PKS akan membahas masalah ini pada November mendatang bertepatan dengan sidang Majelis Syuro PKS. Lagipula dia menilai, masalah ini tidak gampang. "Kami punya kontrak politik. Isinya kedua pihak sepakat untuk tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, kemudian PKS akan mendukung SBY hingga 2014, dan porsi menteri di kabinet adalah empat buah," tandasnya.Namun, Agus mengatakan, rapat majelis syuro bisa dipercepat bila ada satu orang anggota yang meminta. "Tapi rasa-rasanya juga tidak bisa dalam waktu dekat ini, karena Ketua Majelis Syuro-nya masih umroh," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News