Menjadi entrepreneur sukses rupanya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Begitulah yang dirasakan Paksi Dewandaru. Laki-laki kelahiran Pamekasan, Madura ini mengaku jatuh bangun dalam mempertahankan dan mengembangkan bisnisnya. Sebelum terjun di bisnis kuliner, bapak dua anak ini lebih dulu membuka usaha advertising yang dinamai Kancil Desain bersama sang kakak. Sayangnya, usaha ini hanya mampu bertahan selama satu tahun. “Karena masih start up dan butuh banyak kerja keras untuk bersaing dan mengembangkannya, akhirnya orang-orang di dalamnya banyak yang keluar,” jelasnya. Meski bisnis perdananya gagal, laki-laki berkulit gelap ini tidak patah semangat. Dia lalu menjajal peruntungan di bisnis kuliner. Ia memilih bisnis ini karena saat membuka usaha advertising, Paksi bersama timnya banyak membuat desain produk kuliner.
Jatuh bangun mencoba berbagai bidang usaha (2)
Menjadi entrepreneur sukses rupanya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Begitulah yang dirasakan Paksi Dewandaru. Laki-laki kelahiran Pamekasan, Madura ini mengaku jatuh bangun dalam mempertahankan dan mengembangkan bisnisnya. Sebelum terjun di bisnis kuliner, bapak dua anak ini lebih dulu membuka usaha advertising yang dinamai Kancil Desain bersama sang kakak. Sayangnya, usaha ini hanya mampu bertahan selama satu tahun. “Karena masih start up dan butuh banyak kerja keras untuk bersaing dan mengembangkannya, akhirnya orang-orang di dalamnya banyak yang keluar,” jelasnya. Meski bisnis perdananya gagal, laki-laki berkulit gelap ini tidak patah semangat. Dia lalu menjajal peruntungan di bisnis kuliner. Ia memilih bisnis ini karena saat membuka usaha advertising, Paksi bersama timnya banyak membuat desain produk kuliner.