Vicky dan orangtuanya harus jatuh bangun merintis usaha Mamade Makaroni. Selain berjualan secara keliling, Vicky memasarkan makaroni produksi ibunya melalui kantin-kantin sekolah. Namun, cara ini tak berjalan mulus. Vicky lalu mencoba menjual makaroni lewat situs online. Usahanya itu tak sia-sia. Bisnis camilan makaroni spiral yang dirintis Vicky Arif Setiawan, tak semudah membalikkan telapak tangan. Sebelum sukses seperti sekarang, Vicky harus berjibaku dengan debu jalanan untuk memasarkan makaroni goreng spiral dengan merek Mamade Makaroni ke beberapa lembaga sekolah di Jakarta Barat. Vicky berkisah, ide bisnis macaroni muncul dari sang ibunda. Ketika itu, untuk terjun ke bisnis ini, orangtuanya mengeluarkan modal awal Rp 2 juta. Modal itu digunakan untuk membeli bahan baku, bumbu, dan peralatan produksi seadanya.
Jatuh bangun Vicky pasarkan makaroni goreng (2)
Vicky dan orangtuanya harus jatuh bangun merintis usaha Mamade Makaroni. Selain berjualan secara keliling, Vicky memasarkan makaroni produksi ibunya melalui kantin-kantin sekolah. Namun, cara ini tak berjalan mulus. Vicky lalu mencoba menjual makaroni lewat situs online. Usahanya itu tak sia-sia. Bisnis camilan makaroni spiral yang dirintis Vicky Arif Setiawan, tak semudah membalikkan telapak tangan. Sebelum sukses seperti sekarang, Vicky harus berjibaku dengan debu jalanan untuk memasarkan makaroni goreng spiral dengan merek Mamade Makaroni ke beberapa lembaga sekolah di Jakarta Barat. Vicky berkisah, ide bisnis macaroni muncul dari sang ibunda. Ketika itu, untuk terjun ke bisnis ini, orangtuanya mengeluarkan modal awal Rp 2 juta. Modal itu digunakan untuk membeli bahan baku, bumbu, dan peralatan produksi seadanya.