JAWA fokus menanam pohon karet



JAKARTA. Tahun ini PT Jaya Agra Wattie Tbk optimistis bisa mencapai target penanaman lahan karet baru seluas 5.500 hektare (ha). Pada tahun lalu, emiten berkode JAWA ini hanya mampu merealisasikan 77,78% target penanaman karet yang seluas 4.500 ha.

Bambang S. Ibrahim, Direktur Jaya Agra Wattie, mengatakan, target penanaman kebun karet baru tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Walaupun target penanaman lebih tinggi, namun dirinya optimis target tersebut bakal tercapai.

Hingga akhir tahun 2012 areal lahan karet tertanam milik Jaya Agra Wattie mencapai luas 13.000 ha. Dengan target lahan tertanam baru sebesar 5.500 ha, sampai akhir 2013 perusahaan ini akan memiliki lahan tertanam karet seluas 18.500 ha.


Penanaman baru pohon karet Jaya Agra Wattie akan dilakukan disejumlah wilayah perkebunan Pulau Jawa dan Kalimantan. "Tahun sebelumnya, luas areal baru penanaman karet sekitar 3.500 ha," kata Bambang, akhir pekan lalu.

Tahun lalu perusahaan ini memang tidak bisa merealisasikan seluruh target penanaman lahan karet baru. Pada 2012 dengan target penanaman lahan karet sebesar 4.500 ha, realisasi hanya sekitar 77,78%. Bambang beralasan, target penanaman lahan karet baru tidak tercapai karena pengaruh cuaca.

Penambahan lahan kebun tertanam menjadi salah satu upaya Jaya Agra Wattie mendongkrak produksi karet pada tahun-tahun mendatang. Sebab pada tahun ini dengan target produksi karet sebanyak 30.500 ton, sebagian besar masih didominasi oleh pembelian pihak ketiga.

Dari total produksi 30.500 ton karet, sebanyak 2.200 ton didapat dari pihak ketiga sedangkan sisanya sebesar 8.300 ton dihasilkan dari kebun milik sendiri. "Produksi karet akan kita tingkatkan setiap tahunnya," kata Bambang.

Peningkatan produksi karet dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan bahan baku pabrik pengolahan karet. Apalagi pada tahun ini Jaya Agra Wattie akan membangun dua unit pabrik karet lembaran di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Bambang berharap dua pabrik yang menghabiskan investasi sebesar Rp 16 miliar itu akan mulai beroperasi di akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Semakin cepat pabrik beroperasi, semakin cepat pula pendapatan diperoleh. Pada kuartal pertama tahun ini, penjualan karet Jaya Agra Wattie mencapai Rp 85,93 miliar, jumlah itu lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 68,71 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News