Jawab tudingan soal asal-usul corona, China: Kami terbuka, transparan, dan kooperatif



KONTAN.CO.ID - BEIJING. Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan, negaranya akan terus bekerja dengan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dalam mencoba menemukan asal-usul virus corona.

Mengutip Reuters, Pernyataan Li tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang kritik Amerika Serikat (AS) yang menyebut China tidak transparan dalam berbagi data sejak dini saat investigasi WHO awal tahun ini.

Li, berbicara pada Kamis (11/3) pada jumpa pers di akhir sidang tahunan Parlemen China, mengatakan, Tiongkok telah "bertindak dengan cara berdasarkan fakta dan dengan pendekatan terbuka, transparan dan kooperatif".


Hanya, tim WHO yang menyelidiki asal-usul virus corona berencana untuk membatalkan laporan sementara tentang misinya baru-baru ini ke China. 

Wall Street Journal melaporkan pada 4 Maret lalu, langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara China dan AS atas penyelidikan tersebut dan seruan dari kelompok ilmuwan internasional untuk penyelidikan baru.

Baca Juga: Tim WHO berubah sikap, curiga teori China soal asal muasal Covid-19

Melansir Reuters, juru bicara WHO Tarik Jasarevic mengatakan dalam balasan e-mail: "Laporan lengkap diharapkan akan dirilis dalam beberapa minggu mendatang".

Tidak ada informasi lebih lanjut yang tersedia tentang alasan penundaan publikasi temuan misi yang dipimpin WHO ke Kota Wuhan di China Tengah, tempat kasus manusia pertama Covid-19 terdeteksi pada akhir 2019. 

Menurut Dominic Dwyer, salah satu penyelidik tim WHO pada bulan lalu, data tentang kasus awal Covid-19 berpotensi mempersulit upaya untuk memahami bagaimana wabah itu dimulai.

Penyelidikan WHO telah dihambat oleh sejumlah hal, seperti penundaan, kekhawatiran atas akses, dan pertengkaran antara Beijing dan Washington, yang menuduh China menyembunyikan sejauh mana wabah awal dan mengkritik ketentuan kunjungan.

Selanjutnya: Heboh! WHO akan batalkan laporan sementara penyelidikan asal usul Covid-19

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: S.S. Kurniawan