Jawaban Darmin Nasution perihal redenominasi



JAKARTA. Menteri koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, saat ini adalah momen yang tepat untuk kembali mengkaji penyederhanaan nilai mata uang rupiah (Redenominasi Rupiah). Darmin merujuk pada data laju inflasi yang mulai terkendali.

"Inflasi kita kan sudah mulai terkendali meski masih agak tinggi, dulu 4-5%, sekarang kan 3-4%," ujar Darmin di DPR RI pada Rabu (19/7).

Menurut Darmin, inflasi adalah hal penting dalam menentukan redenominasi ini. "Inflasinya harus baik. Kalau tidak, ya nanti akan tertekan lagi," paparnya.


Lebih lanjut, menurut Darmin, redenominasi rupiah kini bukanlah perihal penting dan tidak penting. "Biayanya ini tidak banyak. Setiap urusan harus dikaitkan dengan biaya. Jika mahal dan dipaksakan, ya jangan dilakukan. Kalau ini (redenominasi rupiah) kan malah efisiensi yang terjadi," ujarnya.

Darmin berpendapat, adanya redenominasi akan mengefisiensikan banyak hal, utamanya dalam pendataan. Salah satunya, Darmin mencontohkan byte dari komputer.

"Jika tidak ada 0, byte komputer tidak terlalu banyak, sehingga efisiensi itu terjadi. Bukan hanya di perbankan tapi juga di semua sektor," paparnya.

Perihal redenominasi, Darmin mengaku hal ini belum dibahas di sidang kabinet, tetapi nantinya akan dibahas. Menurutnya, tidak akan ada masalah mengenai redenominasi ini karena hal ini sudah disiapkan dan dibicarakan sejak 4-5 tahun yang lalu.

Mengenai sosialisasi, Darmin yakin redenominasi akan memakan waktu lama. Meski begitu, ia menekankan pentingnya redenominasi ini.

"Ini memang bukan masalah hidup-mati, kita tetap baik-baik saja jika tidak ada redenominasi, tetapi ini soal efisiensi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto