KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (
RISE) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025, dengan pertumbuhan pendapatan dan laba tahun berjalan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan, RISE tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 410,72 miliar, meningkat sekitar 12,35% dibandingkan Rp 365,59 miliar pada 2024.
Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi penjualan properti serta kinerja segmen operasional yang lebih optimal. Penjualan apartemen RISE menunjukkan kenaikan yang tinggi di 155% YoY dan menyumbang 37% dari total pendapatan 2025, naik dari 16% di 2024.
Sementara pendapatan RISE dari perhotelan menurun, sejalan dengan keadaan pengetatan yang dilakukan oleh pemerintah, sehingga kontribusinya menurun menjadi 44% dari total dari 60% di 2024.
Baca Juga: Dampak Konflik Global, Penjualan Ritel Indonesia Terancam Lesu hingga Kuartal III Perseroan juga berhasil mencatatkan lonjakan profitabilitas yang kuat. Laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp 92,21 miliar, meningkat signifikan sekitar 165% dibandingkan Rp 34,81 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan laba ini ditopang oleh peningkatan laba usaha serta efisiensi beban operasional yang berkelanjutan. Selain itu, laba usaha RISE meningkat menjadi Rp 85,9 miliar dari Rp 46,66 miliar pada 2024, mencerminkan perbaikan margin dan efektivitas pengelolaan biaya. “Pencapaian kinerja sepanjang 2025 menunjukkan fundamental bisnis Perseroan yang semakin kuat. Pertumbuhan pendapatan yang konsisten serta lonjakan laba tahun berjalan mencerminkan keberhasilan kami dalam mengelola proyek secara selektif dan meningkatkan efisiensi operasional,” ujar Presiden Direktur RISE, Budi Agusti, Kamis (26/3/2026).
Dari sisi struktur pendapatan, segmen pengembangan real estat masih menjadi kontributor utama dengan kontribusi hingga 54% atau Rp220,9 miliar, sejalan dengan fokus bisnis Perseroan sebagai pengembang properti. Di sisi lain, kontribusi dari segmen perkantoran dan
hospitality mulai menunjukkan peran yang semakin penting dalam memberikan pendapatan berulang (
reccuring income) yang lebih stabil, terutama seiring dengan pemulihan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Memasuki tahun 2026, Perseroan akan tetap berfokus pada pengembangan proyek-proyek yang memiliki daya serap pasar yang kuat, sekaligus mempercepat monetisasi proyek eksisting untuk mendukung arus kas yang lebih sehat.
Di saat yang sama, Perseroan juga terus mendorong peningkatan kontribusi pendapatan berulang, khususnya dari segmen hospitality dan aset komersial, guna memperkuat stabilitas kinerja jangka panjang.
Kombinasi tersebut akan menjadi fondasi yang kuat bagi RISE dalam menjaga kesinambungan kinerja di masa mendatang. “Dengan landasan kinerja yang kuat di 2025, Perseroan optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan pada tahun-tahun mendatang. Melalui strategi pengembangan proyek yang terukur serta diversifikasi portofolio sekaligus menjaga disiplin keuangan untuk memastikan keberlanjutan kinerja di tengah dinamika industri properti,” tutup Budi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News