Jayamas Medica Industri Mencatatkan Laba Bersih Rp 291 Miliar Selama Tahun 2022



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED), emiten yang bergerak pada industri manufaktur alat kesehatan berhasil mencatat kinerja positif selama 2022.

Mengutip dari Laporan Keuangan Audit Perseroan tahun 2022, OMED mampu mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 1,74 triliun dan laba bersih sebesar Rp 290.5 miliar.

Leonard Hartanto, Direktur Perseroan menyampaikan bahwa kinerja Perseroan selama 2022 memang menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang diakibatkan ada penurunan rata-rata harga jual Perseroan, yang dikarenakan adanya normalisasi harga pasca pandemi.


“Memang secara kinerja keuangan, pendapatan kami mencatatkan penurunan sebesar 21.9% secara YoY dan penurunan laba bersih sebesar 49.1% secara YoY, namun secara kinerja operasional Perseroan tetap mencatatkan kinerja positif, sehingga publik tidak perlu khawatir. Penurunan ini adalah dampak normalisasi harga pasca pandemi,” kata Leonard, dalam keterangan tertulis, Senin (20/3).

“Secara operasional sendiri, Perseroan mampu meningkatkan volume penjualan sebesar 14,8% selama tahun 2022, yang didukung oleh penjualan produk utama Perseroan dari kategori Medical Disposable and Consumables yang mampu meningkat 33,2% secara YoY. Perseroan sendiri tetap mampu meningkatkan penjualan walaupun adanya normalisasi pasca pandemi, karena rekam jejak Perseroan yang telah lama berada di industri alat kesehatan jauh sebelum pandemi, dan tingkat mutu dan kualitas produk Perseroan yang tinggi,” lanjut Leonard.

Di sisi lain, OMED juga mampu mencetak laba kotor sebesar Rp 552,5 miliar dan mencatatkan laba operasi sebesar Rp 378,6 miliar pada tahun 2022.

Dari sisi penjualan berdasarkan keterangan pers Perseroan, berdasarkan kategori produk. OMED berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 1,93 miliar unit untuk kategori Medical

Disposable & Consumables, sebanyak 354,9 juta unit untuk kategori Antiseptic & Dialysis, sebanyak 72,6 juta unit untuk kategori Biotech & Laboratorium, sebanyak 3,1 juta unit untuk kategori Diagnostic & Equipment, sebanyak 127 ribu unit untuk kategori Walking Aids & Rehab, dan sebanyak 18 ribu unit untuk kategori Hospital Furniture.

Secara keseluruhan, OMED berhasil menjual sebanyak 2,36 miliar unit produknya selama tahun 2022, meningkat sebesar 14,8% YoY dari penjualan tahun 2021 sebanyak 2,06 miliar unit.

Leonard menambahkan selama tahun 2022, Perseroan telah berhasil menjalankan strategi Perseroan secara efektif, yakni konsisten meningkatkan volume penjualan, terutama produk kategori Medical Disposable & Consumables, yang merupakan produk utama milik Perseroan, yang terdiri dari gloves, masks, syringes, needles, gauze, dan wound care.

“Fokus kami untuk tahun 2022, dimana adanya normalisasi pasca pandemi, kami fokus untuk meningkatkan volume penjualan produk kami terutama produk-produk di atas, dimana penjualan kategori Medical Disposable & Consumables mencapai sekitar 65% dari total penjualan kami,” ujar Leonard.

Untuk tahun mendatang, Leonard menambahkan bahwa pihaknya optimis bahwa kinerja Perseroan akan tetap meningkat di tahun 2023 dengan target kenaikan pendapatan usaha sekitar sebesar 25 - 30% di dorong oleh faktor regulasi impor, dan juga meningkatnya investasi terkait perbaikan infrastruktur pelayanan kesehatan oleh para stakeholders.

“Untuk tahun 2023, Perseroan akan berfokus untuk menambah kapasitas produksi dengan membangun pabrik baru. Pabrik baru kami nantinya akan fokus pada produk-produk Perseroan yang memiliki pertumbuhan permintaan yang tinggi, antara lain wound care, syringe & needle, uro catherer, pregnancy test, dan blood collection tube.

Namun, Perseroan juga tidak menutup kemungkinan apabila ada produk-produk lainnya yang memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi selain produk-produk di atas,” tambah Leonard.

Selain itu, Perseroan juga akan memperluas jaringan distribusi penjualan dengan penambahan Distribution Branches dan National Distribution Center di Jakarta, Makassar, Depok, Kediri, Subang dan Cikarang serta menargetkan penambahan cabang retail OneMed sebanyak 25 cabang selama 5 tahun kedepan.

Di sisi lain, total aset Perseroan pada 2022 meningkat dari Rp 1,7 triliun menjadi Rp 2,5 triliun pada akhir 2022. Total ekuitas Perseroan juga meningkat dari Rp 1,2 triliun di tahun 2021 menjadi Rp 2,0 triliun pada akhir 2022. Sedangkan, total liabilitas Perseroan menurun menjadi Rp 438 miliar pada akhir 2022 dari posisi akhir 2021 sebesar Rp 481 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Azis Husaini