Jayamas Medica (OMED) Bidik Pendapatan Rp 2,4 Triliun di 2026, Margin Naik Jadi 18%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten alat kesehatan, PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) menargetkan pertumbuhan kinerja yang lebih agresif pada 2026. OMED membidik pendapatan (top line) mencapai Rp 2,4 triliun tumbuh 16% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Direktur Keuangan OMED Eka Suwignyoo mengungkapkan, selain mendorong penjualan, perusahaan juga menargetkan peningkatan profitabilitas. Untuk laba bersih (bottom line), OMED membidik margin di kisaran 18% pada 2026, naik dari estimasi sekitar 17% pada tahun berjalan.

"Jadi untuk top line kami akan tahun 2026 itu sekitar 16% yaitu di Rp 2,4 triliun. Untuk bottom line-nya tahun ini sekitar 17% kami expect ada sedikit efisiensi jadi kami untuk bottom line targetnya di angka 18%," kata Eka dalam FY2025 Results Call and Q&A OMED secara daring, Jumat (17/4/2026).


Baca Juga: Link Net Tembus 5 Juta Home Passed, Percepat Akses Broadband

Meski demikian, manajemen OMED tetap mencermati sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi kinerja, seperti nilai tukar rupiah dan harga minyak dunia. Jika tekanan global berlanjut, perusahaan membuka peluang untuk melakukan revisi proyeksi bisnis pada paruh kedua tahun ini.

Adapun, kinerja OMED sepanjang 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Perusahaan membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,06 triliun, naik 9,4% secara tahunan dari Rp1,89 triliun pada 2024.

Dari sisi profitabilitas, laba bruto tumbuh 15% secara year on year (yoy) menjadi Rp 717,5 miliar dengan margin meningkat ke level 34,8%. Sementara laba tahun berjalan naik 13,9% yoy menjadi Rp 368,9 miliar.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja sejumlah segmen usaha. Produk medis sekali pakai dan habis pakai masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 48,8% dari total pendapatan dan tumbuh 9,4% yoy.

Selain itu, segmen perawatan luka mencatat pertumbuhan 16,2% yoy, sedangkan bioteknologi dan laboratorium menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi. Secara volume, kategori biotech dan laboratorium bahkan melonjak hingga 175%, diikuti diagnostik dan peralatan medis yang tumbuh 111%.

Manajemen menilai, kinerja tersebut mencerminkan kekuatan model bisnis OMED yang ditopang oleh portofolio produk yang beragam serta jaringan distribusi yang luas.

Baca Juga: Bentoel Soroti Risiko Downtrading dari Rencana Legalisasi Rokok Ilegal

Memasuki 2026, OMED tetap optimistis terhadap prospek industri alat kesehatan nasional. Perusahaan ini mengaku akan melanjutkan strategi penguatan distribusi domestik, pengembangan produk dengan margin lebih tinggi, serta peningkatan efisiensi operasional guna menopang pencapaian target pertumbuhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News