KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten alat kesehatan, PT Jayamas Medica Industri Tbk (
OMED) menyiapkan belanja modal alias
capital expenditure (capex) sebesar Rp 110 miliar hingga Rp 120 miliar pada tahun ini untuk mendukung ekspansi bisnis. Direktur Operasional PT Jayamas Medica Industri Tbk Leonard Hartanto mengungkapkan, sebagian besar capex tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan pabrik baru di Ngrimbi, Jawa Timur, serta penambahan mesin di fasilitas produksi yang sudah ada. "Kami memang lagi menjajaki pabrik baru, tanahnya sudah milik kami. Itu capex yang akan kita anggarkan mungkin kurang lebih Rp 60 miliar di Ngrimbi. Ngrimbi itu masih di Jawa Timur. Jadi kurang lebih (capex) kita tahun ini mungkin akan ada Rp Rp 110- Rp 120 miliar," kata Leonard dalam FY2025 Results Call and Q&A OMED secara daring, Jumat (17/4/2026).
Baca Juga: Jayamas Medica (OMED) Bidik Pendapatan Rp 2,4 Triliun di 2026, Margin Naik Jadi 18% Pabrik baru di Ngrimbi akan difokuskan untuk memproduksi sejumlah produk seperti
surgical gown, masker, dan
wound dressing. Langkah ini dilakukan seiring dengan meningkatnya utilisasi fasilitas produksi OMED yang saat ini telah mencapai kisaran 80% hingga 86% di beberapa lini. Menurut Leonard, tingkat utilisasi tersebut sudah mendekati batas optimal perusahaan. OMED menargetkan utilisasi ideal berada di level 60%–70% agar operasional tetap fleksibel dan efisien. "Memang ada beberapa yang sudah harus kita genjot ya harus kita tambah, contohnya di
antiseptic liquid itu sudah ada 84%, di
wound care ada 86%. Ini adalah sesuatu yang sudah kita rencanakan untuk kita menambah kapasitas karena angka ini kita kurang
comfortable lah dengan angka ini. Kita targetnya di 60%-70% ya. Jadi beberapa angka ini kita sudah harus melihat dan kita akan ekspansi,” jelasnya. Selain ekspansi pabrik, OMED juga memperkuat infrastruktur distribusi melalui pembangunan National Distribution Center (NDC) di Pulogadung, Jakarta. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada Mei 2026. Kehadiran NDC di Jakarta diharapkan dapat mempercepat pengiriman produk ke pelanggan, khususnya rumah sakit dan fasilitas kesehatan di wilayah Jabodetabek. "Dengan adanya NDC di Pulogadung servis kita untuk rumah sakit dan instansi lainnya di area Jakarta semakin cepat dan diharapkan
customer akan semakin lebih
happy dengan servis kita di sana," tambah Leonard. Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi OMED untuk menopang pertumbuhan kinerja pada tahun depan. Perusahaan menilai kesiapan kapasitas produksi dan distribusi menjadi kunci dalam mengoptimalkan peluang pasar alat kesehatan yang terus berkembang.
Baca Juga: Link Net Tembus 5 Juta Home Passed, Percepat Akses Broadband Sejalan dengan ekspansi tersebut, OMED juga didukung oleh posisi kas yang kuat. Manajemen menyebut, pendanaan capex masih mengandalkan kas internal perusahaan tanpa tambahan utang.
Sebagai tambahan informasi, OMED menargetkan pertumbuhan kinerja yang lebih agresif pada 2026. OMED membidik pendapatan (top line) mencapai sekitar Rp 2,4 triliun atau tumbuh sekitar 16% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Direktur Keuangan OMED Eka Suwignyoo mengungkapkan, selain mendorong penjualan, perusahaan juga menargetkan peningkatan profitabilitas. Untuk laba bersih (bottom line), OMED membidik margin di kisaran 18% pada 2026, naik dari estimasi sekitar 17% pada tahun berjalan. "Jadi untuk top line kami akan tahun 2026 itu sekitar 16% yaitu di angka 2,4 triliun. Untuk bottom line-nya kan tahun ini sekitar 17% kami expect ada sedikit efisiensi jadi kita untuk
bottom line targetnya di angka sekitar 18%," kata Eka dalam FY2025 Results Call and Q&A OMED secara daring, Jumat (17/4/2026). Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News