KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar kendaraan bekas masih menunjukkan minat yang kuat terhadap kendaraan keluarga. Data transaksi PT JBA Indonesia sepanjang semester I 2026 menunjukkan segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) menjadi kategori mobil bekas yang paling banyak ditransaksikan. Chief Operating Officer (COO) JBA Indonesia Deny Gunawan mengatakan, MPV menyumbang sekitar 34% dari total transaksi mobil bekas di JBA Indonesia sepanjang Januari-Juni 2026. "Balai lelang merupakan marketplace yang mempertemukan pembeli dan penitip kendaraan. Ini adalah cara baru membeli ataupun menjual kendaraan," ujar Deny dalam keterangannya, dikutip Rabu (19/8/2026).
Baca Juga: Pasar Perkantoran Jakarta Terus Pulih, Okupansi CBD Capai 72,8% Setelah MPV, kategori Low Cost Green Car (LCGC) mencatat kontribusi sekitar 24% dari transaksi mobil. Kemudian, kategori Sport Utility Vehicle (SUV) berada di posisi berikutnya dengan kontribusi sekitar 14%. Dari sisi model, Toyota Avanza menjadi salah satu mobil bekas yang paling banyak ditransaksikan melalui JBA sepanjang semester I 2026. Model tersebut diikuti Toyota Kijang Innova, Daihatsu Sigra, Honda Brio, dan Suzuki Carry. Sementara itu, tren berbeda terlihat pada pasar sepeda motor bekas. Motor matik mendominasi transaksi dengan kontribusi mencapai 86% dari total transaksi sepeda motor di JBA Indonesia. Beberapa model yang mencatat transaksi tinggi antara lain Honda Beat, Honda Scoopy, Honda Vario, dan Honda PCX. Secara keseluruhan, JBA Indonesia telah melelang lebih dari 150.000 unit kendaraan sepanjang semester I 2026. Jumlah tersebut mencakup kendaraan roda empat dan roda dua bekas dari berbagai merek dan segmen. Deny mengatakan, balai lelang kini menjadi salah satu kanal transaksi kendaraan bekas di tengah berkembangnya pilihan masyarakat melalui dealer dan marketplace. Menurutnya, perkembangan teknologi turut mengubah cara masyarakat mengikuti proses lelang. Calon pembeli kini dapat melihat informasi kendaraan, jadwal lelang, hingga mengikuti proses penawaran melalui website maupun aplikasi JBA.
Baca Juga: Bisnis Parkir Perkotaan Masih Prospektif, Inovasi Jadi Kunci "Dalam satu penyelenggaraan lelang, kami menghadirkan sekitar 800 hingga 1.000 unit kendaraan sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan mereka," tambah Deny. Selain memperluas pilihan kendaraan, JBA juga menekankan aspek keamanan dalam proses transaksi. Kendaraan yang dititipkan untuk dilelang disimpan di area yang dijaga selama 24 jam. Dokumen kendaraan juga diverifikasi sebelum proses lelang dilakukan.
"Orang tidak perlu khawatir menitipkan kendaraan di tempat kami. Kendaraan dijaga selama 24 jam dan dokumen kendaraan juga harus sudah dititipkan di awal karena kami memiliki tanggung jawab moral kepada pembeli untuk menjaga proses transaksi tetap aman," jelasnya. Dengan semakin beragamnya kanal penjualan kendaraan bekas, balai lelang menjadi salah satu alternatif bagi pemilik kendaraan yang ingin menjual maupun konsumen yang mencari kendaraan bekas.
Digitalisasi proses lelang juga membuat akses terhadap kendaraan dan proses penawaran menjadi lebih mudah tanpa harus selalu datang langsung ke lokasi lelang. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News