KONTAN.CO.ID - JAKARTA.
PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), JEC Eye Hospitals and Clinics memperkuat layanan kesehatan mata di wilayah Jawa Tengah melalui Klinik Utama Mata JEC ANWARI Purwokerto. Langkah ini dilakukan seiring masih tingginya angka kebutaan akibat katarak di Indonesia, khususnya pada kelompok usia lanjut. Penguatan layanan tersebut diwujudkan melalui partisipasi klinik dalam Bulan Bakti Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) 2026 dengan menyelenggarakan operasi katarak bagi masyarakat yang membutuhkan. Kepala Klinik Utama Mata JEC ANWARI Purwokerto, Kukuh FIOF mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen JEC dalam memperluas akses layanan kesehatan mata sekaligus membantu menekan angka kebutaan yang masih dapat dicegah.
Baca Juga: Sekolah Kembali Aktif, Bapanas Sebut MBG Mulai Dongkrak Harga Ayam dan Telur Peternak "Partisipasi Klinik Utama Mata JEC ANWARI Purwokerto dalam Bulan Bakti PERDAMI 2026 merupakan wujud kepedulian kami terhadap masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak. Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak pasien mendapatkan kesempatan untuk kembali melihat dengan lebih baik dan beraktivitas secara mandiri," ujar Kukuh dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7). Program bakti sosial tersebut berlangsung pada 7–9 Juli 2026. Kegiatan tidak hanya mencakup tindakan operasi, tetapi juga rangkaian layanan mulai dari skrining calon pasien, pemeriksaan penunjang, operasi bagi pasien yang memenuhi kriteria medis, hingga kontrol pascaoperasi. Menurut JEC, pendekatan tersebut dilakukan agar setiap pasien memperoleh penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatannya sekaligus meningkatkan keberhasilan tindakan operasi. Penguatan layanan di Purwokerto dilakukan di tengah tingginya prevalensi katarak di Indonesia. Berdasarkan hasil
Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) 2014–2016 yang dilakukan PERDAMI bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan di 15 provinsi, angka kebutaan pada penduduk usia 50 tahun ke atas mencapai 3%. Dari jumlah tersebut, sekitar 81,2% disebabkan oleh katarak. Katarak merupakan kondisi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga menyebabkan penglihatan kabur, lebih sensitif terhadap cahaya, kesulitan melihat pada malam hari, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyakit ini umumnya berkaitan dengan proses penuaan, namun juga dapat dipicu diabetes, cedera mata, penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang, maupun paparan sinar ultraviolet. JEC menjelaskan, kebutaan akibat katarak dapat ditangani melalui tindakan operasi dengan mengganti lensa mata yang keruh menggunakan lensa tanam (
intraocular lens atau IOL). Seiring perkembangan teknologi, pilihan tindakan kini semakin beragam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Baca Juga: Jelang Zero ODOL 2027, Kemenhub Temukan 140.309 Pelanggaran Truk Lewat ETLE Sebagai jaringan layanan kesehatan mata yang telah beroperasi sejak 1984, JEC mencatat telah menangani lebih dari
200.000 operasi katarak di Indonesia. Selain prosedur phacoemulsification, JEC juga menyediakan layanan Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS) untuk mendukung tindakan yang lebih presisi. Melalui penguatan layanan di Purwokerto, JEC berharap masyarakat di Banyumas dan wilayah sekitarnya memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan operasi katarak sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum gangguan penglihatan berkembang menjadi kebutaan. "Bagi kami, setiap pasien yang kembali melihat adalah harapan baru. Karena itu, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi layanan medis, tetapi juga bentuk dukungan agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih percaya diri," tutup Kukuh. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News