Jejak Relasi Jeffrey Epstein: Ini Daftar Politikus dan Miliarder yang Terkait



KONTAN.CO.ID - Dokumen internal terkait kasus Jeffrey Epstein mengungkap luasnya jaringan relasi sang miliarder dengan tokoh-tokoh berpengaruh di dunia politik, bisnis, hingga akademisi.

Sejak dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat akhir tahun 2025, nama-nama mengejutkan terus muncul dalam daftar relasi Epstein.

Dokumen tersebut mencakup periode sebelum dan setelah Epstein mengaku bersalah pada 2008 dalam kasus prostitusi, termasuk melibatkan korban di bawah umur.


Selain itu, berbagai bukti dari kasus hukum lain turut memperjelas koneksi Epstein dengan sejumlah figur global.

Epstein kembali ditangkap pada 2019 atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur. Ia kemudian ditemukan meninggal di sel tahanan Manhattan, yang secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri.

Merangkum laporan Reuters, berikut adalah deretan relasi elit Jeffrey Epstein dengan tokoh dunia.

Baca Juga: Bill Gates Mengakui Hubungan dengan Jeffrey Epstein, Bantah Keterlibatan Ilegal

Relasi Epstein dengan Tokoh Politik

Nama mantan Presiden AS, Donald Trump, menjadi salah satu yang disorot. Trump diketahui pernah berinteraksi sosial dengan Epstein pada 1990-an hingga awal 2000-an.

Meski demikian, Trump membantah mengetahui aktivitas kriminal Epstein dan mengklaim telah memutus hubungan sebelum kasus hukum mencuat.

Tokoh lain yang juga terseret adalah Bill Clinton. Ia diketahui beberapa kali terbang menggunakan pesawat Epstein setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Sementara itu, Prince Andrew dari Inggris juga kembali menjadi sorotan. Dokumen menunjukkan adanya komunikasi dan hubungan bisnis dengan Epstein.

Baca Juga: Kasus Epstein: Pengelola Warisan Sepakat Bayar US$35 Juta ke Korban

Keterkaitan dengan Pebisnis dan Tokoh Finansial

Dokumen juga mengungkap hubungan Epstein dengan sejumlah tokoh bisnis global.

Pendiri Microsoft, Bill Gates, disebut beberapa kali bertemu Epstein untuk membahas kegiatan filantropi. Gates mengakui pertemuan tersebut merupakan kesalahan.

Nama lain seperti Elon Musk juga muncul, meski ia mengklaim hanya memiliki interaksi terbatas dan tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein.

Selain itu, mantan pejabat ekonomi AS Larry Summers tercatat memiliki komunikasi dengan Epstein selama bertahun-tahun, termasuk saat menjabat di Harvard University.

Di sektor keuangan, mantan eksekutif perbankan Jes Staley diketahui bertukar ratusan email dengan Epstein, meski ia membantah mengetahui aktivitas ilegal tersebut.

Baca Juga: Rangkaian Email Pangeran Andrew ke Epstein Terungkap, Ini Isinya

Menimbulkan Citra Buruk

Sejumlah nama yang disebut dalam dokumen menghadapi tekanan publik hingga konsekuensi profesional.

Beberapa memilih mundur dari jabatan penting, sementara lainnya menjalani investigasi atau pemeriksaan hukum.

Namun, otoritas menegaskan bahwa penyebutan nama dalam dokumen tidak secara otomatis berarti keterlibatan dalam kejahatan. Banyak hubungan yang disebut bersifat sosial, profesional, atau filantropi.

Baca Juga: Skandal Jeffrey Epstein Seret Bos DP World, Sultan Ahmed Bin Sulayem Undur Diri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News