KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tekanan inflasi menjelang akhir 2026 masih perlu diwaspadai, meskipun harga emas mulai mengalami penurunan. Pasalnya, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, seperti cabai dan daging ayam ras, masih berpotensi mendorong inflasi, terutama di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Lead Economist Bank Danamon Indonesia Irman Faiz mengatakan, penurunan harga emas memang dapat membantu menahan inflasi inti. Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk mengimbangi tekanan harga pada kebutuhan sehari-hari. "Penurunan harga emas membantu menahan inflasi inti, tetapi tidak menghilangkan tekanan pada kebutuhan sehari-hari. Inflasi pangan bergejolak Oktober naik menjadi 5,81% secara tahunan," ujar Faiz kepada Kontan, Senin (2/11/2026).
Jelang Akhir Tahun, Inflasi Berisiko Mendekati Batas Atas Sasaran BI, Ini Pemicunya
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tekanan inflasi menjelang akhir 2026 masih perlu diwaspadai, meskipun harga emas mulai mengalami penurunan. Pasalnya, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, seperti cabai dan daging ayam ras, masih berpotensi mendorong inflasi, terutama di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Lead Economist Bank Danamon Indonesia Irman Faiz mengatakan, penurunan harga emas memang dapat membantu menahan inflasi inti. Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk mengimbangi tekanan harga pada kebutuhan sehari-hari. "Penurunan harga emas membantu menahan inflasi inti, tetapi tidak menghilangkan tekanan pada kebutuhan sehari-hari. Inflasi pangan bergejolak Oktober naik menjadi 5,81% secara tahunan," ujar Faiz kepada Kontan, Senin (2/11/2026).
TAG: