Jelang Akhir Tahun, Perbankan Bidik Peluang Bisnis Lifestyle dari Gelaran Travel Fair



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Membidik momentum libur panjang, perbankan gencar menggelar pameran perjalanan (travel fair) untuk menggenjot pertumbuhan kinerja jelang akhir tahun. 

Setidaknya ada dua bank swasta menggelar travel fair bulan ini, yakni PT Bank Mega Tbk dan PT Bank HSBC Indonesia. Dengan kolaborasi bersama agen perjalanan, keduanya membidik peluang dari segmen nasabah premium dan mematok target pertumbuhan ambisius dalam gelaran ini. 

HSBC Indonesia menggandeng ANA Travel menyelenggarakan travel fair kedua tahun ini. Terhadap kinerja bank, International Wealth and Premier Banking Director HSBC Indonesia Lanny Hendra mengatakan, gelaran ini berpotensi mendorong akuisisi nasabah dan pembukaan kartu kredit baru, membidik peluang dari penggunaan kartu kredit yang setara 15%–20% dari total transaksi selama program berlangsung.


Baca Juga: Pertumbuhan Industri Pergadaian Melambat Jadi 44% pada Agustus 2026, PPGI Buka Suara

Lanny optimistis gelaran kali ini bakal disambut positif oleh nasabah affluent. Pada HSBC-ANA Travel Fair yang digelar Januari 2026 sebelumnya, bank mencatatkan kenaikan total transaksi hingga 44,35%. Capaian itu lebih tinggi 43% dari target yang dipasang, membuat bank lebih percaya diri untuk mencapai realisasi lebih besar pada HSBC-ANA Travel Fair Oktober 2026. 

HSBC Indonesia melihat peluang bisnis travel masih cukup besar. "Memang kalau kami lihat animo masyarakat terhadap travel, di segmen premium HSBC Indonesia, tetap berlanjut baik," ujar Lanny dalam media briefing, Kamis (8/10/2026).

Lebih lanjut Lanny bilang penyelenggaraan travel fair ini mengambil momentum ekspektasi kenaikan tarif penerbangan global pada 2027. 

Berdasarkan data Global Business Travel Association dan Altour yang dikutip bank, tarif penerbangan global diproyeksikan naik rata-rata 1,5% pada 2027, sementara tarif kelas ekonomi di kawasan Asia-Pasifik diperkirakan meningkat 2,5%.

Di sisi lain, Bank Mega menggandeng Antavaya Tour & Travel menggelar Mega Travel Fair Fase 2-2026 pada 8–10 Oktober 2026. Bank milik konglomerat Chairul Tanjung ini membidik pertumbuhan volume penjualan sebesar 20% dibanding gelaran sebelumnya, atau setara Rp 60 miliar. 

Direktur Retail Banking Bank Mega Heriwan Gazali menyebut, lebih dari 90% nasabah Bank Mega menggunakan kartu kredit untuk transaksi travelling. Makanya, dari gelaran kali ini, Bank Mega membidik pengajuan 1.500 kartu kredit baru. 

Baca Juga: Siapkan Berbagai Skema, KB Bank Percepat Penyelesaian Aset Bermasalah

Di luar itu, Bank Mega juga membidik peluang pertumbuhan transaksi valuta asing (valas). Memang, tiap musim puncak (peak season) liburan, yakni masa lebaran, libur sekolah, dan akhir tahun, Heriwan bilang transaksi valas selalu meningkat pesat lebih dari 20%. 

Bank Mega juga optimistis minat nasabah, khususnya pada segmen affluent sebagai fokus yang dibidik, tak susut di tengah berbagai tantangan ekonomi. “Segmen ini secara daya beli lebih tahan dan travelling telah menjadi behaviour,” ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News