Jelang COP31, Negara-negara Didesak Perkuat Aksi Tekan Pemanasan Global



KONTAN.CO.ID - Negara-negara di dunia didesak segera memperkuat komitmen untuk menekan kenaikan suhu global agar tetap berada dalam batas 1,5 derajat Celsius.

Seruan tersebut disampaikan dalam pertemuan tingkat menteri menjelang konferensi perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) COP31.

Melansir Reuters, pertemuan yang digelar di Fiji dan Tuvalu tersebut menyebutkan bahwa diperlukan pengurangan emisi yang mendalam, cepat dan berkelanjutan untuk meminimalkan dampak pemanasan global yang melampaui target 1,5 derajat Celsius.


Baca Juga: Bursa Australia Melemah Rabu (7/10), Saham Bank dan Tambang Tertekan

"Ketika kenaikan suhu global mendekati 1,5 derajat Celsius dan kita menghadapi kondisi El Nino yang kuat, kami menegaskan kembali bahwa setiap kenaikan sepersekian derajat akan mempercepat dampak perubahan iklim dan meningkatkan risiko kerugian serta kerusakan yang tidak dapat dipulihkan bagi masyarakat yang rentan terhadap perubahan iklim," demikian pernyataan pertemuan tersebut, Selasa (6/10/2026).

Sejumlah negara kepulauan di Pasifik menghadapi ancaman terhadap keberlangsungan wilayah mereka akibat kenaikan permukaan laut yang dipicu perubahan iklim.

Data peneliti NASA menunjukkan, permukaan laut di Tuvalu meningkat sekitar 15 sentimeter dalam tiga dekade hingga 2023. Angka tersebut sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata kenaikan permukaan laut secara global.

Berdasarkan Perjanjian Paris 2015, negara-negara berkomitmen membatasi kenaikan suhu rata-rata global hingga 1,5 derajat Celsius dibandingkan periode praindustri 1850-1900.

Namun, badan lingkungan PBB pada bulan lalu memperingatkan bahwa dunia berpotensi melampaui ambang batas tersebut dalam beberapa tahun ke depan.

Pertemuan menjelang COP31 juga menegaskan pentingnya mempertahankan kedaulatan serta hak negara untuk menjaga wilayah maritim berdasarkan hukum internasional.

Hal ini menjadi semakin penting ketika kenaikan permukaan laut akibat perubahan iklim berpotensi mengubah garis pantai negara-negara di kawasan Pasifik.

Baca Juga: JD Vance: Iran Harus Pangkas Pengayaan Uranium untuk Akhiri Perang

Australia dan Negara Pasifik Perkuat Kerja Sama

Pertemuan pra-COP31 merupakan rangkaian persiapan menuju konferensi iklim PBB COP31 yang akan digelar di Turki pada November mendatang.

Pertemuan tersebut biasanya mempertemukan para negosiator iklim untuk membahas isu-isu teknis sebelum konferensi utama.

Australia bersama negara-negara mitra di kawasan Pasifik bekerja sama melalui COP31 Pacific Partnership untuk memastikan suara dan solusi dari negara-negara Pasifik mendapat perhatian dalam agenda aksi iklim global.

Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperkuat hubungan regional menjelang pelaksanaan COP31.

Baca Juga: Paramount Rampungkan Akuisisi Warner Bros US$110 Miliar, Lahir Raksasa Baru Skydance