Jelang Ditutup, Sisa Kuota Rp 6 Triliun, Ini Cara Investasi SBR015 Kupon 6,75%-6,85%



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah gejolak pasar saham, minat investor terhadap Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015 menunjukkan tren peningkatan. Menjelang berakhirnya masa penawaran pada 22 Oktober 2026, sisa kuota SBR015 per 20 Oktober 2026 sebesar Rp 6,8 triliun dari target kuota Rp 20 triliun.

Pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergejolak akibat rencana MSCI menendang Indonesia dari kelompok emerging market ke standalone market. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin 19 Oktober 2026 ditutup di Rp 4.996,61, turun 15,48% dalam 5 hari terakhir.  Level IHSG kali ini merupakan yang terendah sejak pandemi Covid-19.

Sementara itu, aplikasi BRIMO pada Selasa 20 Oktober 2026 jam 08.15 WIB mencatat sisa kuota SBR015 tenor 4 tahun Rp 5,26 triliun dari kuota Rp 8 triliun. Sedangkan sisa kuota SBR015 tenor 2 tahun Rp 1,53 triliun dari kuota Rp 12 triliun. 


Baca Juga: Harga Dua Saham Bank Ini Meroket Saat IHSG Anjlok, Bahkan Lebih Tinggi Dibanding BBCA

Chief Operating Officer (COO) Bareksa Ni Putu Kurniasari mengatakan, gejolak pasar saham turut mendorong minat masyarakat terhadap SBR015. Instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel ini dinilai menarik bagi investor yang mencari investasi dengan imbal hasil kompetitif dan jaminan pembayaran dari negara.

"Di tengah gejolak pasar saat ini, masyarakat cenderung mencari aset yang aman, dan SBN ritel menjadi pilihan karena imbal hasilnya tetap dan dijamin negara," ujar Ni Putu kepada Kontan, Senin (19/10/2026).

Bareksa mencatat hingga 19 Oktober 2026, penjualan SBR015 secara nasional telah mencapai sekitar Rp 12,1 triliun atau 60,6% dari target penerbitan sebesar Rp 20 triliun.

Berdasarkan rincian penjualan, SBR015 tenor dua tahun atau SBR015T2 telah terserap sebesar Rp 9,60 triliun. Angka tersebut setara dengan 80% dari kuota nasional sebesar Rp 12 triliun.

Sementara itu, SBR015 tenor empat tahun atau SBR015T4 mencatatkan penjualan Rp 2,52 triliun, setara 31,5% dari kuota sebesar Rp 8 triliun.

Ni Putu menyebutkan, peningkatan pemesanan untuk kedua tenor mulai terlihat sejak 15 Oktober 2026. Salah satu faktor yang mendorong kenaikan tersebut adalah jatuh tempo ORI024-T3, yang memberikan kesempatan kepada investor untuk menginvestasikan kembali dana mereka ke SBR015.

"Penjualan SBR015, baik tenor 2 tahun maupun tenor 4 tahun, mulai agresif sejak 15 Oktober kemarin. Pada periode ini ORI024T3 jatuh tempo, sehingga banyak investor melakukan reinvestasi ke SBR015 yang kuponnya lebih tinggi," tuturnya.

Tonton: Ekonom BCA Peringatkan Risiko Ekonomi RI Masuk Zona Krisis: Rupiah Terpuruk, Daya Beli Terancam!

Menurut Ni Putu, peningkatan pemesanan menjelang penutupan masa penawaran juga menjadi pola yang kerap terjadi pada penerbitan seri SBR sebelumnya. Pemesanan biasanya meningkat dan terkonsentrasi pada hari-hari terakhir sebelum penawaran ditutup.

"Pola ini juga mirip seri SBR sebelumnya, ketika pemesanan menumpuk di hari-hari terakhir. Kami optimistis momentum ini berlanjut sampai penutupan 22 Oktober," tuturnya.

SBR015 menawarkan kupon minimal sebesar 6,75% per tahun untuk tenor dua tahun dan 6,85% per tahun untuk tenor empat tahun. Kedua seri menggunakan skema kupon mengambang dengan batas minimal (floating with floor), sehingga besaran kupon dapat menyesuaikan suku bunga acuan tetapi tidak turun di bawah batas minimal yang telah ditetapkan.

Pembayaran kupon SBR015 dilakukan setiap bulan, sehingga investor memperoleh pendapatan investasi secara berkala selama masa kepemilikan obligasi tersebut.

Masa penawaran SBR015 dijadwalkan berakhir pada 22 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB. Dengan waktu penawaran yang semakin terbatas, reinvestasi dana dari instrumen yang jatuh tempo serta peningkatan pemesanan menjelang penutupan menjadi faktor yang berpotensi mendukung penyerapan SBR015 hingga akhir periode penawaran. 

Investasi SBR015 mulai Rp1 juta

SBR015 dapat dipesan mulai dari Rp1 juta dan kelipatannya. Untuk SBR015T2, batas maksimum pemesanan mencapai Rp5 miliar per investor. Sementara itu, investor dapat memesan SBR015T4 hingga Rp10 miliar.

SBR015 diterbitkan tanpa warkat atau scripless dan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Karakteristik tersebut memang menjadi salah satu ciri Savings Bond Ritel.

Meski demikian, pemerintah menyediakan fasilitas early redemption atau pelunasan sebagian sebelum jatuh tempo sesuai ketentuan.

Untuk SBR015T2, periode pengajuan early redemption berlangsung pada 27 Oktober hingga 4 November 2027. Sementara itu, fasilitas serupa untuk SBR015T4 dapat diajukan pada 30 Oktober hingga 6 November 2028.

Nilai yang dapat dicairkan melalui fasilitas tersebut maksimal 50% dari nilai pemesanan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Saham Blue Chip Ini Akan Bagi Dividen Interim Rp 3,89 T, Harga Saham Langsung Naik 

Jadwal dan karakteristik SBR015

Berikut ringkasan SBR015T2 dan SBR015T4: 

Keterangan SBR015T2 SBR015T4
Tenor 2 tahun 4 tahun
Kupon minimum 6,75% 6,85%
Minimum pembelian Rp1 juta Rp1 juta
Maksimum pembelian Rp5 miliar Rp10 miliar
Jatuh tempo 10 Oktober 2028 10 Oktober 2030
Pembayaran kupon Setiap tanggal 10 Setiap tanggal 10
Kupon pertama 10 Desember 2026 10 Desember 2026
Perdagangan sekunder Tidak dapat diperdagangkan Tidak dapat diperdagangkan
Baca Juga: Ada BBRI dan BBCA, Cek Saham yang Banyak Diborong Asing, Senin (28/9) 

Cara investasi SBR015 

Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di Sukuk Ritel Seri SBR015T3 dan SBR015T5 dapat menghubungi 33 Mitra Distribusi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah untuk melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online). Investasi SBR015 hanya butuh modal minimal Rp 1 juta. Berikut cara investasi obligasi ritel SBR015:

1. Registrasi

Registrasi untuk investasi obligasi ritel SBR015 dapat dilakukan setiap saat bahkan sebelum masa penawaran SBN Ritel dibuka. Calon Investor dapat mendaftarkan diri pada sistem elektronik yang disediakan oleh Mitra Distribusi (Midis), dengan menginput data-data antara lain, data diri, nomor SID (Single Investor Identification), nomor Rekening Dana dan nomor Rekening Surat Berharga.

Bagi Calon Investor yang belum memiliki nomor SID, Rekening Dana, dan/atau Rekening Surat Berharga, dapat menghubungi Midis. Single Investor Identification (SID) atau Nomor Tunggal Identitas Pemodal adalah kode tunggal dan khusus yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek lndonesia (KSEI) selaku lembaga penyimpanan dan penyelesaian.

2. Pemesanan

Setelah registrasi berhasil, calon investor melakukan pemesanan obligasi ritel SBR015 dengan sebelumnya membaca ketentuan dalam Memorandum Informasi. Pemesanan hanya dapat dilakukan pada saat masa penawaran obligasi ritel SBR015 .

Tonton: PLN Beberkan Progres RUPTL, 143 Proyek Telah Beroperasi

3. Pembayaran

Setelah pemesanan diverifikasi (verified order), calon Investor mendapatkan kode pembayaran (billing code) atas pembelian obligasi ritel SBR015 melalui email/sms sesuai kebijakan masing-masing Mitra Distribusi. Kode pembayaran digunakan untuk penyetoran dana investasi melalui Bank Persepsi (teller, ATM, internet banking, mobile banking)/ Pos/ Lembaga Persepsi Lainnya dalam batas waktu yang ditentukan.

4. Konfirmasi

Setelah pembayaran, calon Investor akan memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi completed order serta akan memperoleh alokasi obligasi ritel SBR015 pada tanggal setelmen/penerbitan. Setelah setelmen, investor dapat meminta Bukti Konfirmasi Kepemilikan obligasi ritel SBR015 kepada Mitra Distribusi.

Tonton: BEI Ubah Batas Minimum Saham dari Rp50 Jadi Rp1

Mitra Distribusi

Berikut mitra distribusi yang ditunjuk pemerintah:

Bank Umum

1. PT Bank Central Asia Tbk 2. PT Bank CIMB Niaga Tbk 3. PT Bank Danamon Indonesia Tbk 4. PT Bank DBS Indonesia 5. PT Bank HSBC Indonesia 6. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 7. PT Bank Maybank Indonesia Tbk 8. PT Bank Mega Tbk 9. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 10. PT Bank OCBC NISP Tbk 11. PT Bank Panin Tbk 12. PT Bank Permata Tbk 13. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 14. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 15. PT Bank UOB Indonesia 16. Standard Chartered Bank 17. PT Bank Victoria International 18. PT Bank SMBC Indonesia Tbk

Tonton: TERBONGKAR! Pemicu Antrean BBM Makassar & Modus Tangki Modifikasi 1 Ton!

Bank Umum Syariah

19. PT Bank Syariah Indonesia Tbk 20. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk

Perusahaan Efek

21. PT BRI Danareksa Sekuritas 22. PT Mandiri Sekuritas 23. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk 24. PT Bahana Sekuritas 25. PT Binaartha Sekuritas 26. PT Phillip Sekuritas Indonesia 27. PT BNI Sekuritas 28. PT Panin Sekuritas Tbk 29. PT Ajaib Sekuritas Asia

Perusahaan Efek Khusus (APERD Financial Technology)

30. PT Bareksa Portal Investasi 31. PT Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+) 32. PT Star Mercato Capitale (Tanamduit) 33. PT Bibit Tumbuh Bersama  

Modal Bank Himbara Menyusut, Mandiri dan BNI Himpun US$1,45 Miliar
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News