Jelang Idul Adha Harga Pangan Naik, Daya Beli Terpukul, Pasar Murah Jadi Andalan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga sejumlah komoditas pangan mulai merangkak naik. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS)  Bank Indonesia (BI) Minggu (24/5) mencatat, kenaikan tertinggi terjadi pada cabai. Harga cabai rawit merah tembus Rp 73.500 per kilogram (kg), melonjak 7,93% dari minggu sebelumnya.

Lalu cabai rawit hijau yang meningkat 7,44% menjadi Rp 54.150 per kg. Kenaikan juga terjadi pada bawang merah ukuran sedang yakni 2% menjadi Rp 48.350 per kg.

Harga daging sapi kualitas I sudah Rp 148.300 per kg atau naik 0,41% dari minggu sebelumnya. Sedangkan daging sapi kualitas II naik 0,22% menjadi Rp 139.450 per kg. Kenaikan harga turut dialami oleh beras, komoditas yang disebut-sebut tersedia dalam jumlah yang berlimpah.


Beras kualitas super I  masih naik tipis 0,3% dari minggu lalu menjadi Rp 17.450 per kg. Begitu pula harga beras kualitas I yang naik 0,3% dari minggu lalu ke Rp 14.600 per kg.

Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Reynaldi Sarijowan memperkirakan, tekanan harga komoditas pangan di pasar tradisional  masih berlanjut hingga H-1 Iduladha. Artinya fase kedua kenaikan harga berpotensi kembali terjadi.

"Beberapa komoditas sudah mengalami lonjakan dan tentu akan berpengaruh kepada daya beli masyarakat,” ujar Reynaldi, Minggu (24/5).

Baca Juga: Keberangkatan Perdana ke Arafah Dimulai, Wamenhaj Pastikan Layanan Jemaah Siap

Seperti harga ayam sudah tembus Rp 44.000 per kg di pasaran. Padahal harga nasional kemarin baru Rp 38.500 per kg. Begitu pula harga telur yang sudah Rp 28.500 per kg dari Rp 27.000 per kg pada pekan sebelumnya.

Menurutnya pemicu lonjakan harga sejumlah komoditas pangan akibat meningkatnya permintaan menjelang hari raya yang tidak sepenuhnya diimbangi ketersediaan pasokan.

Selain itu kenaikan harga ayam dan telulr juga dipicu kenaikan harga pakan ternak. Meski begitu, dirinya memproyeksi harga-harga komoditas pangan mulai melandai di H+3 Idul Adha.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan menegaskan, pemerintah tetap menjalankan  menjaga pasokan dan distribusi agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah komunitas dan organisasi masyarakat mulai bergerak membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Salah satunya Sahabat Usaha Rakyat (Sahara), organisasi yang membina pelaku usaha kecil dan pemilik warung tradisional di Jakarta.

Di antaranya menggelar bazar murah di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, pada akhir pekan lalu Founder Sahara, Sharmila Yahya, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga pangan jelang Idul Adha. “Kami ingin masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok di tengah kenaikan harga pangan,” ujar Sharmila.

Sebanyak 500 paket sembako disiapkan dalam bazar tersebut. Kegiatan itu juga melibatkan pelaku UMKM lokal agar roda perekonomian masyarakat tetap berjalan.

Sahara sendiri berdiri sejak 2015 dengan fokus mendukung usaha perempuan di sektor ritel tradisional atau warung. Hingga kini, sekitar 10.000 warung di DKI Jakarta telah menjadi binaannya. Organisasi ini memiliki aplikasi digital bernama Sembako Sahara untuk memudahkan masyarakat mengakses kebutuhan pokok secara daring.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News