Jelang Idulfitri, Pemerintah Pastikan Cadangan BBM Lampaui Batas Minimum 21 Hari



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ketahanan energi nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Stok bahan bakar minyak (BBM), minyak mentah (crude), dan LPG tercatat berada di atas standar minimum nasional, yakni 21 hari.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, rata-rata cadangan energi nasional saat ini sudah melampaui batas minimum tersebut.

“Khusus untuk persiapan hari raya Idulfitri, stok BBM kita, crude, dan LPG rata-rata di atas standar minimum nasional. Standar minimum kita 21 hari. Ini semuanya di atas 21 hari,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (3/3/2026).


Bahlil menjelaskan, secara kapasitas infrastruktur, kemampuan penyimpanan (storage) energi Indonesia saat ini memang berada di kisaran 25 hingga 26 hari. Dengan keterbatasan itu, pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas penyimpanan baru dengan kapasitas hingga tiga bulan, sesuai standar internasional.

Baca Juga: RKAB Batubara Dipangkas, Menteri Bahlil Ungkap Pengaruh ke Pasokan Bahan Baku PLN

Studi kelayakan (feasibility study/FS) proyek tersebut tengah berjalan dan ditargetkan pembangunan fisiknya mulai tahun ini. Lokasi pembangunan direncanakan berada di wilayah Sumatera.

Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal kelancaran arus mudik dan kebutuhan energi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri melalui Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, seluruh fasilitas operasional Pertamina akan bekerja 24 jam untuk menjamin ketersediaan BBM, LPG, dan avtur di tengah lonjakan mobilitas masyarakat.

“Fokus utama kami adalah memberikan ketenangan bagi masyarakat. Seluruh fasilitas operasional Pertamina akan bekerja 24 jam untuk menjamin ketersediaan BBM, LPG, dan Avtur tetap terjaga di tengah lonjakan mobilitas,” ujar Simon dalam keterangan resmi, Selasa (3/3/2026).

Berdasarkan proyeksi Pertamina, konsumsi gasoline selama periode Ramadan dan Idulfitri diperkirakan naik 12%, LPG naik 4%, dan avtur meningkat 2,8%. Sementara itu, konsumsi gasoil diperkirakan menurun seiring berkurangnya aktivitas logistik berat.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pertamina memperkuat ketahanan stok BBM nasional di level rata-rata 21 hingga 23 hari per 1 Maret 2026.

Perseroan menyiagakan 2.074 SPBU yang beroperasi 24 jam di jalur utama dan wilayah dengan kepadatan kendaraan tinggi, 6.300 agen LPG, serta 200 unit mobil tangki sebagai suplai cadangan. Selain itu, disiapkan 64 titik Kios Pertamina Siaga dan layanan modular di daerah tanpa SPBU permanen maupun kawasan wisata.

Penguatan suplai difokuskan di koridor Sumatra-Jawa, jalur Trans Jawa, serta konektivitas Kalimantan-Sulawesi. Pertamina juga menyiapkan buffer stock di wilayah rawan bencana dan melakukan pengiriman lebih awal ke daerah terpencil serta kepulauan.

Baca Juga: Elnusa Petrofin Siap Amankan Distribusi BBM di Ramadan–Idulfitri 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News