KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pergadaian swasta, PT Gadai ValueMax Indonesia mencatat lonjakan signifikan pada penyaluran pembiayaan menjelang Ramadan tahun ini. Direktur Operasional PT Gadai ValueMax Indonesia, Suyatno, mengungkapkan bahwa pencairan pinjaman jelang Ramadan tahun ini tumbuh hingga 770% dibandingkan periode Ramadan tahun lalu. "Namun, pada saat yang sama, pelunasan tercatat melonjak lebih tinggi, yakni sebesar 942% secara tahunan," kata Suyatno kepada Kontan, Rabu (18/2/2026).
Menurut Suyatno, fenomena tersebut mencerminkan pola musiman yang kerap terjadi setiap menjelang Hari Raya Idulfitri. Kebutuhan dana masyarakat meningkat untuk keperluan konsumtif maupun kebutuhan mendadak, namun setelah memperoleh dana tambahan seperti tunjangan hari raya (THR), sebagian nasabah langsung melakukan pelunasan.
Baca Juga: Asuransi Digital Bersama (YOII) Menilai Dampak Bencana terhadap Klaim Masih Terbatas Ia menambahkan, perubahan signifikan juga terjadi pada komposisi barang jaminan. Saat ini, sekitar 95% barang jaminan yang digadaikan didominasi oleh emas. Tren ini menunjukkan bahwa emas masih menjadi instrumen utama masyarakat dalam memperoleh dana cepat. Adapun di tengah pergerakan harga emas yang cenderung
sideways, Suyatno menilai kondisi tersebut tidak terlalu memengaruhi pencairan pinjaman. Pasalnya, sebagian besar pembiayaan bersifat mendadak dan konsumtif sebagai
bridging loan atau dana talangan jangka pendek. “Kalau untuk kebutuhan mendesak, biasanya nasabah tetap gadai. Hanya saja, ada sebagian yang menunggu harga emas naik untuk melakukan
top up atau menambah pinjaman,” ujarnya. Lebih lanjut, perusahaan mengaku telah menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga pertumbuhan pencairan pada setiap momentum musiman. Misalnya, pada periode Agustusan melalui program “Gebyar Merdeka”, serta saat Ramadan dengan kegiatan sosial seperti “buka bersama warga”. Suyatno menuturkan, pendekatan tersebut disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sedang berlangsung, guna tetap menjaga kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis. Sementara itu, dari sisi pelunasan, tren di daerah kota besar tercatat lebih tinggi dibandingkan kota kecil menjelang Lebaran. Hal ini dinilai sebagai pola budaya yang telah berlangsung lama. “Menjelang Lebaran, banyak nasabah di kota besar yang melunasi untuk membawa pulang perhiasan saat mudik. Setelah kembali ke kota, tidak sedikit yang kembali menggadaikan untuk modal usaha, seperti pemborong bangunan atau vendor bisnis lainnya,” jelasnya.
Baca Juga: KB Bank Gandeng BNI Asset Management Jual Delapan Reksadana di Kantor Cabang Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News