Jelang Imlek 2026: Sektor Logam, Energi, AI hingga CPO Diramal Cuan di Tahun Kuda Api
Sabtu, 14 Februari 2026 06:05 WIB
Oleh: Pulina Nityakanti | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Perayaan Tahun Baru China atau Imlek akan berlangsung pada 17 Februari 2026. Pakar Feng Shui memprediksi tahun Kuda Api 2026 bakal penuh volatilitas. Sektor logam, energi, AI, telko, hingga CPO disebut paling prospektif. Simak proyeksi lengkap dan rekomendasi saham pilihan analis. Sektor saham dari elemen logam, api, dan kayu diproyeksikan bakal prospektif di Tahun Kuda Api 2026. Energi api yang dominan diperkirakan memicu volatilitas pasar yang lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Pakar Feng Shui, Master Xiang Yi mengatakan, energi api di tahun 2026 sangat besar sehingga berpotensi menciptakan gejolak pasar yang cukup tajam. “Api besar sekali energinya. Jadi, akan menimbulkan gejolak yang lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (13/2). Baca Juga: IHSG Terkoreksi 0,64%, Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing di Akhir Pekan Ini Volatilitas Tinggi di Awal Tahun, Stabil di Semester II Menurutnya, volatilitas pasar saham masih akan terjadi hingga pertengahan 2026. Kondisi pasar diperkirakan mulai lebih tenang menjelang akhir tahun. Proyeksi ini sejalan dengan CLSA Feng Shui Index 2026 yang menyebut Tahun Kuda Api akan dipenuhi perubahan cepat dan pergerakan tajam di pasar Indonesia. Awal tahun cenderung tidak stabil, namun kondisi membaik di pertengahan hingga akhir tahun meskipun tetap diwarnai kejutan. “Ini mirip dengan kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sekarang,” tulis riset terpisah CLSA Feng Shui JCI yang diterima Kontan. Tonton: Free Float Saham Jadi Sorotan, Pasar Tunggu Kejelasan Regulasi Sektor Saham Prospektif 2026 Berdasarkan Elemen 1. Elemen Logam: Keuangan, Komoditas, Teknologi hingga Otomotif Elemen logam diprediksi menjadi primadona pada 2026. Sektor yang termasuk di dalamnya antara lain: - Keuangan - Komoditas logam (timah, nikel, emas) - Elektronik & teknologi - Otomotif dan baterai CLSA menilai sektor logam unggul karena mampu bereaksi cepat terhadap dominasi unsur api. Pengamat Pasar Modal sekaligus Co-Founder AP Trading Insight Singapore, Kiswoyo Adi Joe, merekomendasikan sejumlah saham: - TINS target Rp 4.500 - HRUM target Rp 2.500 - INCO target Rp 8.000 - MBMA target Rp 1.500 - NCKL target Rp 1.600 - INDY target Rp 8.000 - EMAS target Rp 1.000 - PSAB target Rp 4.000 - MDKA target Rp 2.000 - ARCI target Rp 4.500 - ANTM target Rp 1.200 - BRMS target Rp 4.000 - ASII target Rp 8.000 Tonton: Free Float Saham Jadi Sorotan, Pasar Tunggu Kejelasan Regulasi 2. Elemen Api: AI, Energi, Telekomunikasi, Media Sektor berelemen api diprediksi sangat unggul terutama di dua bulan terakhir 2026. Sektor unggulan meliputi: - Teknologi berbasis AI - Energi - Telekomunikasi - Media & internet - Perhiasan Rekomendasi saham: - TLKM target Rp 4.500 - MEDC target Rp 1.800 Baca Juga: Kepercayaan Publik Dinilai Jadi Kunci Keberlanjutan Industri Aset Digital 3. Elemen Kayu: CPO, Pangan, dan Pulp & Paper Elemen kayu juga dinilai prospektif, terutama sektor: - Pertanian & pangan - Crude Palm Oil (CPO) - Kayu dan pulp & paper Rekomendasi saham: - AALI target Rp 10.000 - LSIP target Rp 1.800 - BWPT target Rp 250 - INKP target Rp 18.000 Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Kripto Menurun, Bagaimana Proyeksi Pergerakan Bitcoin? Sektor yang Diprediksi Tertekan di 2026 Sebaliknya, elemen tanah dan air dinilai kurang menguntungkan. Sektor yang berpotensi tertekan: - Properti - Logistik dan transportasi - Shipping & pelayaran - Perdagangan global berbasis ekspor-impor Meski demikian, secara historis Tahun Kuda biasanya tetap mencatatkan pertumbuhan moderat dan positif. “Secara umum, Tahun Kuda biasanya memberi pertumbuhan sedang, tidak terlalu tinggi, tapi tetap positif,” tulis riset CLSA.
Dengan volatilitas tinggi di awal tahun dan peluang penguatan di semester II, investor disarankan selektif memilih saham sektor logam, energi, AI, dan CPO sebagai strategi menghadapi dinamika IHSG 2026.
Belum Genap Setahun Dipimpin Bobby, 6 Pejabat Pemprov Sumut Mundur dari Jabatan