Jelang Keberangkatan Haji, Ini Persiapan Fisik yang Harus Dilakukan Jemaah



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pemerintah memastikan keberangkatan jemaah haji Indonesia ke Tanah Suci mulai 22 April 2026. Jelang keberangkatan haji, berikut persiapan yang harus dilakukan jemaah haji agar fisik tetap bugar dan kuat selama pelaksanaan ibadah haji. 

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan usai memastikan pemberangkatan jemaah haji asal Indonesia akan dimulai secara bertahap pada 22 April 2026. Kepastian ini disampaikan setelah pertemuannya dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Almudi.

Sebelum jadwal keberangkatan dimulai, jemaah haji dihimbau menjaga kebugaran tubuh.  “Kesehatan secara fisik ini perlu betul-betul disiapkan. Untuk stamina juga harus dipersiapkan secara matang. Hal ini sudah kami sampaikan saat manasik,” ujar Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Daerah Istimewa Yogyakarta, Jauhar Mustofa dilansir dari Kompas.com, Selasa (14/4/2026).


Menurut Jauhar, perbedaan iklim antara Indonesia dan Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah haji. Oleh karena itu, persiapan fisik menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Ia mengimbau jemaah untuk mulai membiasakan aktivitas ringan seperti jalan kaki atau jalan pagi agar stamina tetap terjaga. “Biasakan jalan pagi atau jalan kaki supaya kebugaran tetap terjaga,” jelasnya.

Baca Juga: Bansos PKH & BPNT April 2026 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima via Online

Selain itu, jemaah juga perlu memahami kondisi cuaca di Arab Saudi. Pada periode April hingga Mei, suhu berkisar antara 30 hingga 40 derajat Celsius. Namun, memasuki akhir Mei hingga Juni, suhu bisa meningkat drastis hingga 40 sampai 50 derajat Celsius.

Untuk mencegah dehidrasi, Jauhar menekankan pentingnya menjaga asupan cairan tubuh.

“Jemaah wajib minum air putih satu gelas setiap satu jam sekali. Ini penting agar tidak dehidrasi, meskipun tidak merasa haus,” tegasnya.

Tonton: Wacana War Tiket Haji, Kemenhaj Diingatkan Soal UU 14/2025

Persiapan Fisik dan Mental PPIH

Sementara itu, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Ardhi Wahdan, mengungkapkan bahwa dirinya telah mempersiapkan fisik sejak mengikuti pendidikan dan pelatihan pada Januari hingga Februari 2026.

Selama masa diklat, ia menjalani berbagai latihan fisik seperti baris-berbaris, olahraga pagi, hingga lari sore yang dipandu instruktur dari TNI dan Polri.

Ia juga terbiasa berjalan kaki hingga 12.000 langkah atau sekitar 8–9 kilometer per hari. Setelah diklat, rutinitas tersebut tetap dijaga dengan berjalan kaki sekitar 2–3 kilometer setiap hari.

“Ini penting karena selama di Tanah Suci, aktivitas jemaah banyak dilakukan dengan berjalan kaki,” jelasnya.

Selain fisik, Ardhi juga menekankan pentingnya kesiapan mental dalam menjalankan tugas dan ibadah haji.

“Harus siap secara mental, termasuk ikhlas meninggalkan keluarga dalam waktu yang cukup lama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya perlengkapan yang nyaman, seperti alas kaki yang sesuai untuk berjalan jauh. Bahkan, ia menyiapkan sekitar 10 sandal jepit untuk dibagikan kepada jemaah yang membutuhkan.

Persiapan menyeluruh, baik fisik, mental, maupun perlengkapan, menjadi kunci agar ibadah haji dapat berjalan lancar dan optimal di tengah kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi.

 

Tonton: China Jadi Penyelamat Iran! Sanksi AS Tak Mampu Lumpuhkan Ekonomi Teheran

Jadwal Lengkap Haji 2026

Berikut detail jadwal rencana perjalanan Haji 2026: 

  • 21 April 2026 (4 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) jemaah masuk Asrama Haji
  • 22 April 2026 (5 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) awal pemberangkatan jemaah gelombang I ke Madinah
  • 1 Mei 2026 (14 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) awal pemberangkatan jemaah gelombang I ke Mekkah
  • 6 Mei 2026 (19 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) akhir pemberangkatan jemaah gelombang I ke Madinah
  • 7 Mei 2026 (20 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) awal pemberangkatan jemaah gelombang II ke Jeddah
  • 15 Mei 2026 (28 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) akhir keberangkatan jemaah gelombang I ke Mekkah
  • 21 Mei 2026 (4 Dzulhijjah 1447 Hijriah) akhir pemberangkatan jemaah gelombang II ke Jeddah
  • 25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah 1447 Hijriah) pemberangkatan jemaah haji dari Mekkah ke Arafah
  • 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah 1447 Hijriah) wukuf di Arafah
  • 27 Mei 2026 (10 Dzulhijjah 1447 Hijriah) Idul Adha
  • 28 Mei 2026 (11 Dzulhijjah 1447 Hijriah) Hari Tasriq I
  • 29 Mei 2026 (12 Dzulhijjah 1447 Hijriah) Hari Tasriq II
  • 30 Mei 2026 (13 Dzulhijjah 1447 Hijriah) Hari Tasriq III
  • 1 Juni 2026 (15 Dzulhijjah 1447 Hijriah) awal pemulangan jemaah gelombang I dari Mekkah ke Tanah Air
  • 15 Juni 2025 (29 Dzulhijjah 1447 Hijriah) akhir pemulangan jemaah gelombang I dari Madinah ke Tanah Air
  • 16 Juni 2026 (1 Muharam 1448 Hijriah) awal pemulangan jemaah gelombang II dari Madinah ke Tanah Air
  • 30 Juni 2026 (15 Muharam 1448 Hijriah) pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah ke Tanah Air
  • 1 Juli 2026 (16 Muharam 1448 Hijriah) jemaah haji gelombang II tiba di Tanah Air
Sebagai informasi, Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 221.000 orang untuk tahun 2026. 

Kuota itu lalu dibagi menjadi 203.320 untuk haji reguler, petugas haji daerah (PHD), dan pembimbing haji, serta 17.680 untuk haji khusus.

Gapki Sebut Produksi Sawit Nasional Mencukupi untuk Dukung Kebijakan B50
© 2026 Konten oleh Kontan
 

Sumber: https://yogyakarta.kompas.com/read/2026/04/14/232039778/persiapan-berangkat-jemaah-haji-yogyakarta-diminta-biasakan-jalan-pagi?page=all#page2.  

Program B50 Mulai Juli, INSA Ingatkan Risiko Beban Operasional Industri Pelayaran
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News