Jelang KTT G20, Hutama Karya Percepat Pembangunan Gedung Parkir di TMII



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam mendukung Presidensi Indonesia di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Oktober mendatang, PT Hutama Karya (Persero) dipercaya untuk terlibat dalam proyek renovasi sarana di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Revitalisasi TMII ini merupakan salah satu penugasan khusus Presiden Jokowi untuk melaksanakan sejumlah pembangunan infrastruktur jelang Presidensi Indonesia dalam KTT G20.

Pada awal tahun 2022, Hutama Karya telah menggarap konstruksi Eco Green Parking Building yang bertujuan untuk tempat parkir para tamu-tamu Presidensi G20. Kontrak pekerjaan telah ditandatangani awal tahun lalu di Gedung Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) pada 28 April 2022 oleh PPK Bina Penataan Bangunan I Rutilawati dan Executive Vice President (EVP) Divisi Gedung Hutama Karya Purnomo serta turut dihadiri oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.


Baca Juga: Jokowi Sebut TMII Sebentar Lagi Bisa Dinikmati Masyarakat

Direktur Operasi II Hutama Karya Ferry Febrianto mengatakan, Hutama Karya menargetkan proyek senilai Rp 186,035 miliar ini rampung pada 31 September mendatang atau lebih cepat 3 bulan dari target waktu pengerjaan.

Dalam pembangunan Eco Green Parking Building ini, Hutama Karya mengerjakan pekerjaan struktur, pekerjaan arsitektur, mekanikal, elektrikal, perpipaan, serta landscape dari area Eco Green Parking Building.

"Selain itu, konsep dari revitalisasi gedung parkir TMII ini memang cukup berbeda karena mengedepankan konsep yang ramah lingkunganm” ujar Ferry dalam siaran pers di situs Hutama Karya, Rabu (7/9).

Lebih lanjut, Ferry menambahkan bahwa konsep ramah lingkungan yang dimaksud di sini mengacu pada peraturan atau pencapaian BGH atau Bangunan Gedung Hijau dari Kementerian PUPR.

Di antaranya adalah fasad bangunan menggunakan tumbuhan leekuanyew dan bugenvile serta terdapat area void di dalam gedung yang ditanami pohon pulai.

Lalu, area gedung parkir juga menerapkan sistem recycling untuk air hujan, di mana air hujan akan masuk dan disimpan di toren atau penyimpanan air yang kemudian digunakan untuk flushing dan menyiram tanaman. Selain itu, pada bagian landscape bangunan gedung ini juga akan di tanami 124 pohon.

Baca Juga: Target Rampung Akhir Juli 2022, Renovasi TMII Sudah Capai 70%

Sejak dimulai konstruksinya, Hutama Karya sudah memberikan hasil progres yang signifikan. Sejak serah terima lahan per-tanggal 15 Mei 2022, pekerjaan ini sudah rampung dalam waktu 138 hari kalender atau 100 hari lebih awal dari kontrak 240 hari kalender.

Alhasil, saat ini pembangunan Eco Green Parking Building ini sudah memasuki tahap finishing dengan sisa pekerjaan di antaranya adalah pekerjaan fasad bangunan dan cat, pekerjaan landscape, tempat pembuangan sampah, power house, dan tescom mekanikal, elektrikal, dan perpipaan.

Hutama Karya mengedepankan tiga faktor utama dalam pembangunan sebuah proyek yaitu Biaya, Mutu, dan Waktu. Tiga faktor inilah yang dituangkan pada seluruh proyek yang Hutama Karya garap, termasuk dalam proyek gedung parkir ini.

"Dengan cepatnya progres pembangunan ini, tentunya sebuah prestasi dan apresiasi baik dari owner atas performa baik yang perlu kita lanjutkan. Hingga saat ini, pembangunan Eco Green Building Parking telah mencapai 98,164%,” imbuh Ferry.

Eco Green Building Parking memiliki luas bangunan 25.736,3 meter persegi di atas tanah seluas 22,147 meter persegi. Gedung ini dilengkapi dengan 1 basement yang terdiri dari 3 lantai.

Gedung ini nantinya mampu menampung 1.026 kendaraan, antara lain 20 slot parkir untuk bus, 578 untuk mobil, 364 untuk motor, 50 untuk sepeda, serta parkiran khusus difabel sebanyak 14 slot.

Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya juga mengedepankan teknologi dalam pembangunan serta upaya percepatan Eco Green Parking Building dengan menerapkan Building Information Modeling (BIM) sejak tahap awal pengukuran atau pemetaan.

“Output BIM kami optimalkan dalam pelaksanaan proyek mulai dari melakukan digital survey menggunakan Terrestrial Laser Scanner (TLS) yang berfungsi untuk pemetaan topografi dan mengetahui elevasi eksisting, penentuan desain yang lebih mudah, perhitungan volume pekerjaan yang lebih akurat, sampai dengan evaluasi kecapaian progres yang lebih mudah dikontrol," ujar Ferry.

Baca Juga: In Journey Kebut Inisitif Green di TMII, Mandalika, Borobudur, dan The Nusa Dua

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia yang terletak di Jakarta Timur yang merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia.

Saat ini, taman wisata tersebut sedang ditingkatkan kualitasnya oleh pemerintah melalui revitalisasi yang nantinya akan menjadi salah satu venue kegiatan Presidensi G20 di Indonesia.

Sebagai sarana penunjang, tentunya kehadiran gedung parkir yang baik dan ramah lingkungan menjadi bangunan yang cukup penting.

“Hutama Karya mendukung penuh revitalisasi pembangunan TMII dan berkomitmen untuk memberikan sarana pendukung guna memberikan kualitas dan mutu yang sesuai standar pada spesifikasi pembangunan Eco Green Building Parking ini,” tutup Ferry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto