Jelang Lebaran, Arus Penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk Melonjak 33,8%



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Mobilitas penyeberangan di lintasan Bali–Jawa terus merangkak naik menjelang arus mudik Lebaran. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat peningkatan arus penumpang dan kendaraan yang menyeberang di Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang pada H-6 Lebaran.

Data Posko Angkutan Lebaran mencatat total penumpang dari Bali menuju Jawa mencapai 80.416 orang, atau naik 33,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 60.099 orang. Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang mencapai 25.885 unit, naik 35,4% dari tahun lalu yang hanya 19.122 unit.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyatakan, pihaknya terus melakukan berbagai langkah percepatan operasional di lapangan untuk mengurai antrean kendaraan. 


Baca Juga: Prabowo Sorot Realisasi Program 3 Juta Rumah Lambat, Ini Pemicunya

"Berbagai langkah percepatan operasional terus kami lakukan bersama stakeholder, mulai dari pengaturan lalu lintas di jalur antrean hingga optimalisasi layanan penyeberangan, agar arus kendaraan tetap bergerak dan antrean dapat segera terurai,” ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (16/3/2026).

Peningkatan mencolok terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 18.306 unit, melonjak 52,7% dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, kendaraan roda empat tercatat sebanyak 5.044 unit atau naik 9,2%, dan bus sebanyak 945 unit atau naik 39%. Sebaliknya, jumlah truk justru turun 13,4% menjadi 1.590 unit.

Guna mengantisipasi kepadatan, ASDP menerapkan pola operasi sangat padat dengan menyiagakan 35 unit kapal. Skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) juga diberlakukan di dermaga MB1, MB4, dan LCM agar kapal yang tiba langsung melakukan bongkar muatan dan segera kembali berlayar tanpa memuat kendaraan di dermaga tersebut.

Berdasarkan pantauan hingga pukul 14.00 WITA, ekor antrean kendaraan sempat mencapai KM 15. Untuk mempercepat pergerakan, pihak Kepolisian menerapkan pola lalu lintas satu arah (one way) dalam radius 4,5 kilometer dan mengalihkan kendaraan kecil menuju Buffer Zone Kargo guna mengurangi beban jalur utama.

Baca Juga: Izin Keluar Barang di Terminal Petikemas Ditangguhkan, Ini Risikonya bagi Logistik

GM ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen memaksimalkan kapasitas dermaga. 

“ASDP berkomitmen mengoptimalkan operasional kapal dan dermaga agar arus kendaraan terserap maksimal. Kami juga mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News