Jelang Lebaran, penjualan handphone di Global Teleshop (GLOB) meningkat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jelang Lebaran penjualan handphone biasanya naik hingga beberapa puluh persen. Direktur PT Global Teleshop Tbk (GLOB) Sugiono Wiyono Sugialam mengatakan, kenaikan ini biasanya terjadi di gerai offline dan juga online.

Namun, ada hal lain yang menjadi kendala. "Kendala yang harus dihadapi adalah suplai, sempat adanya shortage smartphone. Namun hal itu bisa ditangani oleh prinsipal kami. Dengan demikian, kami tingkatkan dengan menyelenggarakan berbagai macam promo," kata Sugiono kepada Kontan.co.id saat acara paparan piblik virtual, Kamis (29/4).

Ia berharap, momentum jelang Lebaran bisa mendulang angka penjualan yang baik dengan dukungan promo offline dan online.


Baca Juga: Global Teleshop (GLOB) luncurkan lini bisnis jasa perbaikan di semester II 2021

Sugiono melanjutkan, pihaknya juga akan lebih fokus pada produk yang dapat diakses masyarakat banyak, yakni produk yang dibanderol harga Rp 1 juta sampai Rp 2 juta.

"Kami saat ini masih berdiskusi dengan 1 merek sampai 2 merk untuk masuk ke gerai kami. Hal ini akan terjadi pada semester II 2021 mendatang. Sedangkan penjualan handphone 5G, belum terlalu ditonjolkan, kami masih mengedepankan fitur-fitur handphone di seperti pada spesifikasi baterai dan lainnya, sebab jaringan 5G sendiri belum terlalu siap," tambahnya.

Sugiono menambahkan, saat ini kunjungan ke gerai offline GLOB mulai membaik. Ia berharap, pada momentum Lebaran ini pula, trafik yang tinggi bisa terjadi secara merata di tiap daerah.

Sebagai informasi, pendapatan GLOB sepanjang tahun 2020 menurun 87,15% menjadi Rp 30,67 miliar. Adapun rugi bersih tercatat semakin dalam, yakni menjadi Rp 50,61 miliar, dari Rp 39,73 miliar pada akhir 2019.

Pendapatan dari lini kartu perdana dan voucher isi ulang dan telepon seluler menurun menjadi Rp16,97 miliar dari Rp 107,35 miliar. Penjualan telepon seluler menjadi Rp 4,04 miliar, dari tahun sebelumnya Rp 128,94 miliar.

Pada tahun lalu, pendapatan dari penjualan mesin dan peralatan kopi mencatat pemasukan senilai Rp 9,38 miliar dan penjualan biji kopi sebesar Rp 167,35 juta.

Selanjutnya: Begini upaya Global Teleshop (GLOB) untuk keluar dari bayang-bayang krisis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat