Jelang Lebaran, penjualan toko emas meningkat



JAKARTA. Penjualan perhiasan emas jelang Lebaran meningkat. Peningkatan itu bahkan mencapai lebih dari 50% dibandingkan Lebaran tahun lalu.

Salah satu toko emas di Bogor, Jawa Barat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, peningkatan permintaan perhiasan emas sudah terjadi sejak bulan Juni lalu. Ria, sebut saja begitu, Manager di toko emas itu menyebutkan, tokonya mengalami kenaikan permintaan perhiasan emas hingga 70% dibandingkan Lebaran tahun lalu.

Penjualan perhiasan emas jelang Lebaran tahun ini juga mengalami kenaikan antara 30%-40% dibandingkan dengan bulan biasanya sebelum Ramadan. "Untuk Lebaran tahun ini cukup menggembirakan. Mungkin karena harga emas turun, permintaan melonjak lumayan banyak,” ujar Ria.


Peningkatan permintaan perhiasan emas ini, lanjut Ria, biasanya akan bertahan sampai dua pekan setelah hari raya Idul Fitri.

Ria bilang, untuk perhiasan emas kadar 70%-75% di tokonya dibanderol Rp 400.000 per gram. Tahun lalu, harga emas dengan kadar yang sama dipatok Rp 550.000 per gram.

Emas muda juga laris

Dia menambahkan, penjualan emas muda dengan kadar emas mulai dari 25% sampai dengan 40% melonjak hingga lebih dari 100% dibandingkan harga pada Lebaran tahun lalu. "Emas muda yang berkadar dibawah 40% kenaikannya lebih dahsyat lagi. Kenaikannya lebih dari 100 % dari tahun kemarin. Karena informasi dari pabrik emas muda, permintaannya sangat banyak sampai over load. Saat ini mereka masih terus memproduksi emas muda," ujarnya. Namun begitu, Ria enggan merinci besaran jumlah emas yang berhasil dijual selama bulan Ramadan ini. Menurutnya hal ini untuk alasan keamanan. "Untuk jumlahnya top secret, hanya milik toko kami. Yang pasti penjualannya melonjak," ujarnya sumringah. Ia menambahkan, yang paling diminati pembeli adalah emas putih untuk segala jenis perhiasan seperti gelang, cincin, anting maupun kalung. Ia menduga, larisnya penjualan emas putih di tokonya, lantaran pelanggannya sebagian besar kalangan menegah atas. Meski permintaannya naik, namun laba atau keuntungan hasil penjualan perhiasan emas justru menurun. "Keuntungan berkurang karena masih ada stok perhiasan emas lama yang masih belum terjual. Mungkin kalau harga emas stabil, baru bisa untung," kata Ria. Namun, lanjut dia, penurunan laba penjualan itu hanya sedikit. Sebab, ditopang oleh kenaikan omzet penjualan perhiasan emas setiap harinya. Selama Ramadan, toko ini buka tiap hari. Selain buka pada akhir pekan untuk menjaring lonjakan pembeli, toko emas ini juga memberikan layanan berupa jasa antar bagi pelanggan yang membeli emas.

Tetapi, layanan ini tidak bisa diberikan kepada sembarang orang, hanya bisa diberikan kepada pelanggan setia salah satu toko emas di Bogor ini. "Biasanya melalui komunikasi dengan kami dulu dan setelah itu akan kami antar. Itu juga hanya orang-orang tertentu yang sudah jadi pelanggan tetap dan sudah kami kenal. Tidak ada biaya tambahan untuk jasa antar pembelian perhiasan emas, karen ini semacam service dari toko kami," imbuh Ria.

Peningkatan penjualan perhiasan juga dialami salah satu toko emas dibilangan Ciputat, Tangerang Selatan. Toko yang juga enggan disebutkan indentitasnya ini, mengaku, mengalami peningkatan penjualan emas hingga 75% pada momen Lebaran tahun ini. Dewi, sebut saja demikian, manager toko emas itu mengatakan, peningkatan penjualan emas tahun ini disinyalir karena penurunan harga emas.

"Peningkatan penjualan emas sudah terasa sejak bulan Juni-Juli. Mungkin karena harganya masih murah. Pembeli sampai sekarang juga masih ramai," kata dia. Meski begitu, dia enggan merinci besaran jumlah emas yang laris terjual di tokonya. Ia hanya memastikan, penjualan emas jelang Lebaran tahun ini naik tajam. "Pokoknya peningkatannya lumayan tinggi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dikky Setiawan