Jelang Libur Akhir Tahun, Taiwan Bidik 9,16 Juta Perjalanan Wisatawan Indonesia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Taiwan semakin agresif membidik wisatawan Indonesia, terutama menjelang periode libur akhir tahun dan Tahun Baru.

Salah satu strategi yang ditempuh adalah memperkuat fasilitas dan layanan yang ramah bagi wisatawan Muslim.

Baca Juga: Dorong Hilirisasi, PTPN III Mengembangkan 10.000 Hektare Lahan Ubi Kayu


Potensi pasar Indonesia dinilai cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perjalanan wisata luar negeri warga Indonesia sepanjang 2025 mencapai 9,16 juta perjalanan.

Angka tersebut menjadi peluang bagi Taiwan untuk memperluas penetrasi pasar pariwisata di Indonesia.

Director of Economic Division Taipei Economic and Trade Office in Indonesia Frank Lu mengatakan, promosi pariwisata Taiwan tidak hanya ditujukan untuk menawarkan paket perjalanan, tetapi juga memperkuat hubungan masyarakat antara kedua negara.

"Taiwan Travel Fair bukan hanya platform untuk mempromosikan produk pariwisata, tetapi juga jembatan penting untuk memperkuat hubungan people-to-people antara Taiwan dan Indonesia," kata Frank dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Baca Juga: PHR Catat Sumur di Lapangan Manggala South Tambah Pasokan Minyak 2.128 BOPD

Perkuat Wisata Ramah Muslim

Untuk meningkatkan daya tarik, Taiwan tidak hanya mengandalkan wisata alam, budaya dan kuliner. Taiwan juga mengembangkan konsep wisata ramah Muslim, pariwisata berkelanjutan, serta pengalaman lokal.

Baca Juga: Listrik Utama di Flores Kembali Normal, PLN Fokus Pulihkan Distribusi ke Masyarakat

Dari sisi wisata ramah Muslim, Taiwan terus memperluas ketersediaan makanan halal, akomodasi ramah Muslim, ruang salat dan fasilitas wudu.

Upaya tersebut turut memperkuat posisi Taiwan dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 yang diterbitkan Mastercard dan CrescentRating.

Dalam indeks tersebut, Taiwan menempati peringkat ketiga dunia untuk kategori destinasi negara non-Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), sejajar dengan Inggris.

Posisi ini menjadi salah satu modal Taiwan untuk menarik lebih banyak wisatawan Muslim, termasuk dari Indonesia.

"Kami berharap wisatawan Indonesia dapat melihat Taiwan sebagai destinasi yang nyaman dan memberikan rasa percaya diri, termasuk bagi wisatawan Muslim," tegas Frank.

Selain memperkuat fasilitas, Taiwan juga mendorong wisatawan Indonesia untuk mengeksplorasi destinasi di luar Taipei.

Sejumlah tujuan wisata mulai diperkenalkan, seperti Alishan, Sun Moon Lake, kawasan pemandian air panas, pasar malam, hingga berbagai pengalaman budaya lokal.

Director Taiwan Tourism Information Center in Jakarta Abe Chou mengatakan, strategi promosi tahun ini disesuaikan dengan gaya hidup wisatawan Indonesia, termasuk keluarga dan generasi muda.

Pendekatan tersebut diterapkan dalam Taiwan Travel Fair di Lippo Mall Puri yang dikemas secara lebih interaktif. Pengunjung dapat mengikuti pertunjukan budaya, aktivitas DIY, kuis wisata, hingga memperoleh informasi perjalanan langsung dari pelaku industri.

Baca Juga: REI Soroti Daya Beli Generasi Muda di Tengah Bonus Demografi

Wisatawan Cari Pengalaman Lebih Mendalam

Sejumlah paket perjalanan turut ditawarkan untuk menangkap minat wisatawan Indonesia. Pilihannya mencakup tiket pesawat dengan harga khusus, paket free and easy, wisata keluarga, hingga perjalanan musiman seperti wisata bunga sakura dan tur bertema festival.

Sejumlah agen perjalanan juga menawarkan potongan harga pemesanan, peningkatan kelas hotel dan suvenir.

Sementara itu, pengguna kartu kredit Mandiri yang membeli tiket pesawat atau paket wisata Taiwan tersedia cashback hingga Rp3,5 juta serta cicilan 0% hingga 12 bulan.

Dari sisi preferensi, Abe menyebut kuliner masih menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan Indonesia. Pasar malam, makanan khas Taiwan dan bubble tea menjadi sejumlah produk wisata yang banyak diminati.

Namun, pola perjalanan wisatawan Indonesia mulai mengalami perubahan. Menurut Abe, wisatawan kini semakin tertarik pada aktivitas yang menawarkan pengalaman lebih mendalam, seperti bersepeda, hiking, maraton, wisata pedesaan, perjalanan menggunakan kereta api hingga kunjungan ke tourism factory.

Baca Juga: Hartadinata Abadi (HRTA) Luncurkan Produk Emas Batangan Spesial Kemerdekaan RI

"Selain mengunjungi objek wisata terkenal, semakin banyak wisatawan Indonesia yang mencari pengalaman perjalanan yang lebih mendalam," ujar Abe.

Melalui strategi tersebut, Taiwan menargetkan promosi pariwisata tidak berhenti sebagai kampanye jangka pendek.

Penguatan fasilitas ramah Muslim, diversifikasi destinasi dan pengembangan pengalaman wisata diharapkan mampu mendorong semakin banyak wisatawan Indonesia memilih Taiwan, terutama saat libur akhir tahun dan Tahun Baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News