Jelang Libur Lebaran, Investor Disarankan Perbesar Saham Defensif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor disarankan lebih berhati-hati dalam menyusun strategi perdagangan saham menjelang libur panjang Lebaran pekan depan.

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai kondisi pasar yang cenderung fluktuatif serta potensi penurunan likuiditas menjelang libur panjang membuat investor perlu bersikap lebih defensif.

“Strateginya defensif. Investor sebaiknya mengurangi porsi saham dengan karakter high beta, memperbesar porsi kas, serta mengamankan portofolio pada aset safe haven atau sektor defensif,” ujar Wafi kepada Kontan, Rabu (11/3/2026).


Baca Juga: Hasnur Internasional Shipping (HAIS) Putuskan Tebar Dividen, Segini Besarannya

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengantisipasi potensi volatilitas pasar yang biasanya meningkat menjelang periode libur panjang.

Wafi juga menyarankan investor mulai melakukan aksi profit taking secara bertahap dari sekarang, alih-alih menunggu hingga mendekati hari terakhir perdagangan sebelum libur Lebaran.

Profit taking sebaiknya dilakukan bertahap dari sekarang. Jika menunggu hingga hari terakhir perdagangan, ada risiko terjebak penurunan likuiditas pasar, volatilitas yang tinggi, serta aksi jual massal dari investor lain yang juga ingin mengamankan kas,” jelasnya.

Sementara itu, untuk pergerakan pasar setelah periode libur panjang, Wafi menilai arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sangat bergantung pada perkembangan sentimen global selama bursa domestik tutup.

Menurutnya, sejumlah faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, dinamika geopolitik, hingga pergerakan harga komoditas global dapat memengaruhi sentimen pasar.

“IHSG berpotensi mengalami gap up atau gap down pada hari pertama pembukaan perdagangan setelah Lebaran, menyesuaikan dengan akumulasi sentimen eksternal selama periode libur,” katanya.

Baca Juga: Green Sukuk Berpotensi Mempercepat Pengembangan Energi Surya di Indonesia

Setelah reaksi awal tersebut, Wafi memperkirakan IHSG berpeluang memasuki fase konsolidasi seiring pelaku pasar kembali menyesuaikan strategi investasi mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News