Jelang Merger Dua Anak Usaha, Mitratel (MTEL) Siapkan Dana Buyback Rp 2,98 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)  menyiapkan mekanisme pembelian kembali saham (buyback) sebagai bagian dari rencana penggabungan usaha dengan dua anak perusahaannya, PT Persada Sokka Tama (PST) dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT). 

Rencana aksi korporasi buyback ini dilakukan karena Mitratel ingin menyediakan skema perlindungan bagi pemegang saham yang tidak menyetujui penggabungan usaha. Harga buyback saham MTEL ditetapkan sebesar Rp 515 per saham, yang mengacu pada harga penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada saat pengumuman ringkasan rencana merger tanggal 8 Mei 2026.

Harga saham MTEL pada Jumat (26/6/2026) ditutup di Rp 482 per saham, stagnan dari hari sebelumnya. 


MTEL menyiapkan kapasitas pembelian kembali saham hingga maksimal 5.783.251.844 saham atau sekitar 6,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan nilai total mencapai sekitar Rp 2,98 triliun. Pembiayaan aksi ini akan menggunakan kas internal.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 2,66 Juta Per Gram Sabtu (27/6), Buyback Naik Rp 38.000

Jika jumlah saham yang diajukan untuk buyback melebihi batas maksimal tersebut, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) selaku pemegang saham pengendali MTEL akan bertindak sebagai standby buyer. Dengan posisi kas dan setara kas yang mencapai Rp 18,68 triliun per 24 Juni 2026, Telkom dinilai memiliki kapasitas yang memadai untuk menyerap kelebihan permintaan tersebut.

Mekanisme buyback ini menjadi bagian penting dari struktur transaksi merger PST dan UMT ke dalam MTEL, yang sebelumnya juga mencakup pengalihan seluruh aset, liabilitas, serta kontrak kedua entitas ke dalam perusahaan induk. Setelah efektif, PST dan UMT akan berakhir demi hukum tanpa melalui proses likuidasi.

Selain itu, MTEL juga akan menyesuaikan Anggaran Dasar dengan menambahkan sejumlah kegiatan usaha baru, termasuk layanan Internet Service Provider (ISP), perancangan Internet of Things (IoT), hingga aktivitas telekomunikasi lainnya.

Aksi korporasi ini ditargetkan memasuki tahap akhir pada Juli 2026 setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB serta persetujuan regulator terkait. 

MTEL merupakan emiten menara telekomunikasi yang bergerak di bidang instalasi dan konstruksi telekomunikasi, baik jaringan kabel maupun nirkabel.

Baca Juga: Peran Danantara & Program MBG, Begini Prospek Saham Poultry Saat Oversupply Reda

Penggabungan usaha ini dijadwalkan sebagai berikut:

  • 26 Juni 2026: Tanggal Pernyataan Efektif dari OJK dan Penerbitan Tambahan Informasi.
  • 30 Juni 2026: Pelaksanaan RUPSLB MTEL, PST, dan UMT untuk menyetujui penggabungan, dilanjutkan dengan Penandatanganan Akta Penggabungan Usaha.
  • 1 Juli 2026: Perkiraan Tanggal Efektif Penggabungan Usaha setelah mendapatkan persetujuan perubahan Anggaran Dasar dari Menkumham.
  • 3–10 Juli 2026: Periode pengajuan Formulir Pernyataan Menjual Saham bagi pemegang saham yang tidak setuju.
  • 17 Juli 2026: Tanggal Penyelesaian Pembayaran buyback saham kepada pemegang saham yang tidak setuju
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News