Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Beras di Pasar Palmerah Menanjak



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menjelang Natal dan Tahun Baru harga sejumlah bahan kebutuhan pokok mulai menanjak, salah satunya harga beras.

Pedangan Pasar Palmerah bernama Roy mengatakan kenaikan beras sudah berlangsung sejak satu bulan terakhir. Diapun mengatakan adanya kenaikan ini juga berdampak pada sepinya pembeli.

"Naiknya bertahap Rp 300, Rp 500, sekarang semua jenis beras naik Rp 1.000 per kg," kata Roy saat dijumpai di pasar Palmerah, Jum'at (16/12). 


Untuk beras kualitas medium, kini dia menjual dengan harga Rp 8.500 - Rp. 10.000 per kg. Padahal kata dia sebelumnya harga beras kualitas medium dia sempat menjual Rp 7.500 per kg. 

Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga, Mendag Pastikan 200 Ribu Ton Beras Bulog Tiba di Tanjung Priok

"Sekarang kan apa-apa naik, jadi mungkin mereka (pembeli) jadi membatasi buat beli beras," tambah dia. 

Dia pun memprediksi mendekati hari besar Natal dan Tahun Baru nanti harga beras masih berpotensi naik lagi. Meskipun demikian dia tidak tahu pasti berapa kenaikannya nanti. 

Meski harga naik, pasokan beras di Pasar Palmerah aman. Roy mengaku tidak kesulitan mendapatkan stok beras itu dari pemasoknya. "Di pasar induk stoknya masih banyak," kata dia. 

Sementara pedagang beras lain, Nur Wangsa mengatakan harga beras sudah naik sejak Oktober lalu. Menurutnya kenaikan harga ini karena faktor musim. 

"Saya jual beras medium sekarang Rp 10.000 - Rp 11.000 per kg, sebelum naik harganya Rp 9.000 - Rp 9.500 kg," kata dia saat dijumpai di kiosnya. 

Baca Juga: Harga Beras dan Telur Melonjak, Ini Penjelasan Satgas Pangan

Nur bilang, kenaikan harga beras musiman selalu terjadi dari tahun ke tahun. Namun dia memprediksi harga beras akan kembali normal saat musim panen tiba.  "Kemungkinan akhir Februari sudah balik lagi," jelas dia. 

Diketahui, per 6 Desember kemarin stok total beras di Bulog ialah 494.202 ton. Dengan rincian 295.337 ton cadangan beras pemerintah, dan stok komersial 198.865 ton. Jumlah stok tersebut terus bergerak karena Bulog masih melaksanakan operasi pasar dan juga melakukan pembelian secara komersial.

Untuk memastikan cadangan beras aman, Bulog juga dapat tugas untuk melakukan impor sebanyak 500.000 ton. 

Dari total kuota impor, Bulog baru dapat mendatangkan 200.000 ton. Adapun sisanya akan direalisasikan tahun depan, itupun masih akan melihat kondisi mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli