Jelang pidato Yellen & Pilkada pengaruhi IHSG



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah seiring dengan aksi ambil untung oleh investor di tengah minimnya sentimen positif yang beredar.

IHSG ditutup turun 28,88 poin atau 0,53 % menjadi 5.380,67 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak melemah 7,00 poin (0,77 %) menjadi 893,71 poin.

"Pelaku pasar cenderung melakukan aksi ambil untung oleh investor dan waspada terhadap Pilkada serentak terutama di DKI memicu IHSG BEI bergerak melemah," kata Analis NH Korindo Securities Indonesia, Bima Setiaji, Selasa (14/2).


Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar juang sedang menunggu kebijakan ketua bank sentral AS (The Fed) Janet Yellen mengenai kenaikan suku bunga acuannya. Kenaikan suku bunga AS masih berpotensi seiring dengan adanya perbaikan data pekerjaan di Amerika Serikat.

"Pidato Yellen ditunggu pasar karena menjadi acuan bagi investor dalam berinvestasi. Sentimen itu juga yang membuat bursa saham di kawasan Asia melemah dan berdampak pada IHSG," katanya.

Ia menambahkan bahwa di tengah situasi yang belum pasti itu, turut mendorong investor asing melakukan aksi lepas saham yang tercatat di BEI. Berdasarkan data BEI, investor asing membukukan jual bersih atau "foreign net sell" sebesar Rp384,187 miliar pada Selasa (14/2) ini.

Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan saham di pasar reguler BEI mencapai 411.161 kali transaksi dengan total jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,603 miliar lembar saham senilai Rp7,802 triliun.

Tercatat, efek yang bergerak naik sebanyak 123 saham, 204 saham turun, dan 103 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 7,97 poin (0,03 %) ke level 23.703,01, indeks Nikkei turun 220,17 poin (1,13 %) ke level 19.238,98, dan Straits Times melemah 39,16 poin (1,26 %) posisi 3.072,47.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto