Jelang Rilis Panda Bond, Purbaya Kantongi Dukungan Pemerintah dan Bank Sentral China



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menjelang penerbitan Panda Bond di pasar keuangan China, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan telah mengantongi dukungan kuat dari Pemerintah China hingga People's Bank of China (PBOC) atau bank sentral negara tersebut.

Dukungan tersebut diperoleh setelah Purbaya bersama tim Kemenkeu melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan Kementerian Keuangan China, PBOC, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), dan sejumlah investor selama kunjungannya ke Beijing.

"Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, People's Bank of China, dan juga para investor di sini. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat," ujar Purbaya dikutip dari keterangan resminya, Minggu (21/6/2026).


Salah satu hasil utama dari kunjungan tersebut adalah dukungan penuh terhadap rencana penerbitan Panda Bond Indonesia di pasar domestik China.

Baca Juga: Jelang Rilis Panda Bond, Purbaya Mengaku Dapat Dukungan Kemenkeu China

Menurut Purbaya, baik Kementerian Keuangan China maupun PBOC menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendukung proses penerbitan surat utang tersebut.

"Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan. Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat," katanya. 

Purbaya menjelaskan, penerbitan Panda Bond merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas dan mendiversifikasi sumber pembiayaan pembangunan nasional.

Dengan masuk ke pasar keuangan China, Indonesia diharapkan tidak bergantung pada satu mata uang maupun satu pasar keuangan tertentu.

"Kita ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan sehingga tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang saja. Ini juga sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal yang sudah terjalin antara Indonesia dan China," ujarnya.

Menurut Purbaya, dukungan yang diberikan oleh otoritas dan investor China mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Likuiditas Berlebih, Bank Sentral China Kian Agresif Serap Dana

"Diskusi dengan mereka sangat konstruktif dan menunjukkan bahwa kepercayaan China terhadap Indonesia sangat baik. Kedua negara sama-sama memiliki semangat untuk meningkatkan hubungan ekonomi yang lebih erat," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia tetap solid di tengah ketidakpastian global.

Ia menyebut fundamental ekonomi nasional masih kuat, sementara berbagai hambatan investasi yang sempat menjadi perhatian investor terus diperbaiki pemerintah.

"Fundamental ekonomi Indonesia tidak ada masalah. Beberapa isu yang menjadi perhatian investor sudah direspons dan sedang diperbaiki oleh pemerintah sesuai arahan Presiden untuk menciptakan iklim investasi yang semakin baik," katanya.

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa upaya memperluas akses pembiayaan dan investasi dilakukan dengan tetap berpegang pada prinsip non-alignment atau tidak berpihak pada blok geopolitik tertentu.

Baca Juga: Bank Sentral China Diprediksi Pertahankan Bunga di Bulan Juni

"Kita menerapkan prinsip non-alignment. Semakin banyak negara yang berinvestasi dan mendukung pembangunan Indonesia tentu semakin baik. China merupakan salah satu mitra penting, tetapi kita juga terus membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat, Singapura, Eropa, dan negara-negara lainnya," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News