KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, Senin (24/3). Berdasarkan pantauan Kontan, para investor sempat memadati gedung Menara BRILiaN dimana RUPST BBRI hari ini digelar. Bahkan antrean para pemegang saham yang akan mengikuti RUPST sempat mengular hingga ke luar gedung atau hingga trotoar Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Tapi menjelang RUPST yang diadakan berdasarkan jadwal pada pukul 14.00 WIB, antrean tersebut sudah mulai berkurang.
Adapun gelaran RUPST hari ini memiliki 10 agenda, mulai dari pergantian direksi maupun komisaris, juga pembahasan kinerja keuangan BRI. Pertama, yaitu persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian perseroan, persetujuan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris serta pengesahan laporan keuangan program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil Tahun Buku 2024. Baca Juga: Laba Bersih Bank BRI (BBRI) di Februari 2025 Naik Pesat Berkat Normalisasi Biaya Kedua, Penetapan Penggunaan Laba Bersih BRI untuk Tahun Buku 2024. Adapun laba BBRI untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 60,15 triliun. Laba bersih tersebut akan digunakan untuk dividen dan laba ditahan. Rencananya, BRI akan membagikan dividen dengan payout ratio sekurang-kurangnya sebesar 85%, termasuk dividen interim yang telah dibayarkan. Jika diakumulasikan, BRI berpotensi membagikan dividen Rp 51,1 triliun jika rasio pembayaran dividen 85%. Ketiga, adalah penetapan gaji/honorarium berikut fasilitas dan tunjangan tahun buku 2025, serta tantiem/insentif kinerja/insentif khusus atas kinerja tahun buku 2024 dan/atau Insentif jangka panjang periode tahun 2025-2027, untuk Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan. Keempat yaitu penunjukan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasian perseroan tahun buku 2025 serta laporan keuangan program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil untuk tahun buku 2025. Kelima adalah laporan realisasi penggunaan dana Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Tahap III Bank BRI Tahun 2024. Realisasinya mencapai Rp 2.495.193.000.000. Keenam adalah persetujuan pengkinian Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) BRI. Sebelumnya perseroan telah membuat Recovery Plan tahun 2017 meliputi asesmen materialitas, penentuan opsi pemulihan dansimulasi stress test dengan berbagai skenario. Ketujuh yakni penetapan plafon (limit) hapus tagih atas piutang pokok macet yang telah dihapusbuku. Hal ini sebagai implementasi Peraturan Pemerintah (PP) No 47 Tahun 2024. Kedelapan yaitu persetujuan atas rencana pembelian kembali saham (buyback) dan pengalihan saham hasil buyback yang disimpan sebagai saham treasuri (treasury stock) BRI. Jumlah nilai seluruh buyback diperkirakan sebesar-sebesarnya Rp 3 triliun dan akan diselesaikan paling lama 12 bulan sejak tanggal Rapat. Pengalihan saham hasil buyback tersebut sesuai ketentuan POJK 29/2023.
BBRI Chart by TradingView