Jelang Semifinal Piala Dunia, Prancis Siap Rebut Kendali dari Spanyol



KONTAN.CO.ID - DALLAS. Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, menegaskan timnya tidak akan menyerahkan penguasaan bola begitu saja kepada Spanyol dalam laga semifinal Piala Dunia yang akan digelar pada Selasa (14/7/2026).

Kembalinya Aurelien Tchouameni juga menjadi tambahan kekuatan bagi Les Bleus untuk menghadapi pertarungan krusial di lini tengah.

Spanyol melangkah ke babak empat besar berkat kemampuan mereka menguasai bola, menekan lawan hingga ke area pertahanan sendiri, serta mengendalikan tempo permainan.


Di sisi lain, Prancis memiliki kecepatan yang dapat dimanfaatkan untuk melancarkan serangan balik. Namun, Deschamps menolak anggapan bahwa timnya hanya akan bertahan dan menunggu peluang transisi.

"Spanyol bisa memberikan tekanan yang sangat besar, tetapi kami juga merupakan tim yang membutuhkan penguasaan bola," ujar Deschamps kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

"Akan ada pertarungan untuk memperebutkan kendali permainan," tambahnya.

Baca Juga: Emas Bangkit dari Level Terendah Dua Pekan, Investor Tunggu Sinyal The Fed

Gelandang Warren Zaire-Emery menilai Prancis memiliki beragam kualitas yang memungkinkan timnya menerapkan berbagai pendekatan dalam pertandingan tersebut.

"Spanyol memiliki kualitas luar biasa dalam penguasaan bola," kata Zaire-Emery.

"Kami punya kemampuan untuk menyerang cepat melalui serangan balik, menjaga penguasaan bola, dan bertahan dengan baik," terangnya.

"Jalannya pertandingan akan menentukan banyak hal. Saya tidak bisa mengatakan sekarang bagaimana pertandingan akan berlangsung," tambahnya.

Tchouameni Kembali Siap Bermain

Peluang Prancis untuk bersaing di sektor tengah semakin meningkat setelah Tchouameni kembali tersedia untuk dimainkan. Pemain berusia 26 tahun itu terakhir kali tampil saat Prancis menang 3-0 atas Swedia pada babak 32 besar pada 30 Juni.

Gelandang Real Madrid tersebut absen saat Prancis mengalahkan Paraguay 1-0 di babak 16 besar dan menundukkan Maroko 2-0 pada perempat final akibat cedera hamstring.

Deschamps mengakui Tchouameni belum sepenuhnya pulih, tetapi sudah dapat masuk dalam pilihan skuad setelah sebelumnya dicadangkan sebagai langkah pencegahan.

"Pada pertandingan terakhir, risikonya terlalu besar," ujar Deschamps.

Baca Juga: Ekspor China pada Juni Melonjak Melampaui Perkiraan Terlecut Ledakan AI

"Kondisinya lebih baik sekarang, meskipun kami tidak bisa mengatakan bahwa dia sudah pulih 100%," ungkapnya.

"Pertandingan terakhirnya berlangsung dua pekan lalu, tetapi itu bukan hambatan. Yang terpenting adalah dia tersedia," jelasnya.

Kehadiran Tchouameni diyakini akan memberikan keseimbangan bagi Prancis melalui peran gelandang bertahan murni yang mampu melindungi lini belakang, memenangkan duel fisik, serta membantu tim keluar dari tekanan Spanyol.

Opsi Lini Tengah Prancis

Deschamps juga berpeluang mempertahankan komposisi lini tengah yang sukses membawa Prancis mengalahkan Maroko, dengan Manu Kone berduet bersama Adrien Rabiot. Selain itu, Zaire-Emery menjadi opsi tambahan di sektor yang diperkirakan akan menentukan apakah Spanyol mampu menerapkan ritme permainan khas mereka.

Permainan berbasis penguasaan bola yang diterapkan Spanyol tidak hanya bertujuan menciptakan peluang, tetapi juga menguras energi lawan melalui sirkulasi bola yang terus bergerak dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya.

Bek sayap Jules Kounde menegaskan Prancis harus mampu menguasai bola untuk mengganggu pola permainan tersebut dan mencegah Spanyol mendominasi pertandingan dalam waktu lama.

Deschamps meyakini pengalaman Prancis di berbagai turnamen besar dalam beberapa tahun terakhir akan membantu timnya menghadapi berbagai situasi di lapangan. Meski demikian, ia menilai pertemuan-pertemuan sebelumnya melawan Spanyol tidak bisa dijadikan acuan utama.

Spanyol menyingkirkan Prancis pada semifinal Euro 2024 sebelum kembali mengalahkan Les Bleus di semifinal UEFA Nations League 2025.

"Tidak ada pelajaran khusus yang bisa diambil," kata Deschamps.

"Ada kenyataan pada pertandingan-pertandingan itu, dengan para pemain yang tampil di kedua tim saat itu," ujarnya.

"Sekarang para pemain sudah berbeda dan belum tentu berada dalam tingkat performa yang sama," terangnya.

"Spanyol memenangkan dua pertandingan tersebut, jadi selamat untuk mereka. Namun, yang terpenting bagi saya adalah pertandingan besok," ungkapnya.

Adaptasi Jadi Kunci Konsistensi Prancis

Deschamps menilai kemampuan beradaptasi menjadi faktor utama di balik konsistensi Prancis, yang kini memburu tiket menuju final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

"Ketika Anda menjadi pelatih, kata kuncinya adalah adaptasi," jelas Deschamps.

"Sepak bola bukan ilmu pasti, tetapi persiapan dan perencanaan selalu penting, hingga ke detail-detail terkecil," sebutnya.

Ancaman utama Prancis di lini depan masih dipimpin Kylian Mbappe, yang menjadi pencetak gol terbanyak turnamen meski tengah mengalami cedera ringan pada pergelangan kaki.

Namun, laga semifinal ini kemungkinan besar akan ditentukan oleh kemampuan lini tengah Prancis dalam mencegah Spanyol memonopoli penguasaan bola sekaligus memberikan suplai yang cukup bagi para penyerang.