Jelang Tutup Penawaran, Penjualan SBR015 Capai Rp 12,1 Triliun



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penjualan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015 secara nasional telah mencapai sekitar Rp 12,1 triliun menjelang penutupan masa penawaran pada 22 Oktober 2026. Realisasi tersebut setara 60,6% dari target penerbitan sebesar Rp 20 triliun.

Chief Operating Officer (COO) Bareksa Ni Putu Kurniasari mengatakan, kondisi pasar yang bergejolak turut meningkatkan minat investor terhadap SBR015 menjelang berakhirnya masa penawaran. Instrumen SBN ritel dinilai menarik bagi masyarakat yang mencari investasi dengan tingkat imbal hasil yang kompetitif serta jaminan pembayaran dari negara.

"Di tengah gejolak pasar saat ini, masyarakat cenderung mencari aset yang aman, dan SBN ritel menjadi pilihan karena imbal hasilnya tetap dan dijamin negara," ujar Ni Putu kepada Kontan, Senin (19/10/2026).


Baca Juga: IHSG Anjlok di Bawah 5.000, Menko Airlangga: Pasar Naik Turun Bergantung Sentimen

Secara terperinci, SBR015 tenor 2 tahun atau SBR015T2 telah terserap Rp 9,60 triliun atau 80% dari kuota Rp 12 triliun. Sementara itu, SBR015 tenor 4 tahun atau SBR015T4 telah terserap Rp 2,52 triliun atau 31,5% dari kuota Rp 8 triliun.

Adapun berdasarkan data transaksi di mitra distribusi Bareksa per 19 Oktober 2026 pukul 16.20 WIB, penjualan SBR015 tenor 2 tahun telah mencapai 84,85% dari kuota nasional. Sementara itu, penjualan tenor 4 tahun mencapai 33,35%.

Ni Putu bilang, peningkatan pemesanan kedua tenor mulai terlihat sejak 15 Oktober 2026. Salah satu faktor yang mendorongnya adalah jatuh tempo ORI024-T3, yang membuka peluang bagi investor untuk menginvestasikan kembali dananya ke SBR015.

"Penjualan SBR015, baik tenor 2 tahun maupun tenor 4 tahun, mulai agresif sejak 15 Oktober kemarin. Pada periode ini ORI024T3 jatuh tempo, sehingga banyak investor melakukan reinvestasi ke SBR015 yang kuponnya lebih tinggi," tuturnya.

Menurutnya, tren kenaikan pemesanan menjelang penutupan masa penawaran juga terjadi pada penerbitan seri SBR sebelumnya, dengan lonjakan pemesanan yang cenderung terkonsentrasi pada hari-hari terakhir.

"Pola ini juga mirip seri SBR sebelumnya, ketika pemesanan menumpuk di hari-hari terakhir. Kami optimistis momentum ini berlanjut sampai penutupan 22 Oktober," tuturnya.

Untuk diketahui, SBR015 menawarkan kupon minimal 6,75% per tahun untuk tenor 2 tahun dan 6,85% per tahun untuk tenor 4 tahun. Kedua seri memiliki skema kupon mengambang dengan batas minimal serta pembayaran kupon setiap bulan.

Masa penawaran SBR015 akan berakhir pada 22 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB. Dengan sisa waktu penawaran beberapa hari, reinvestasi dana dari instrumen yang jatuh tempo dan peningkatan pemesanan menjelang penutupan diharapkan menopang penyerapan SBR015. 

Baca Juga: Menanti RDG BI, Intip Sentimen dan Proyeksi Rupiah Selasa (20/10)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News