KONTAN.CO.ID - MADINAH. Kabar duka menyelimuti penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Seorang jemaah haji asal Kloter 14 Embarkasi Kertajati, Jawa Barat, bernama Sudarno (73), dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah, Arab Saudi. Almarhum sempat mengalami penurunan kesadaran ketika proses kedatangan berlangsung. Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Abdul Basir menjelaskan, almarhum sempat menjalani pemeriksaan imigrasi sebelum kondisinya tiba-tiba menurun.
“Pada saat melaksanakan pemeriksaan imigrasi, kesadarannya menurun. Kemudian langsung dibawa ke klinik bandara untuk mendapatkan penanganan awal,” ujar Abdul Basir, Minggu (3/5/2026).
Baca Juga: Pemerintah Siapkan “Gas Baru” Pengganti LPG 3 Kg, Lebih Murah 30-40% Setelah diperiksa di klinik bandara, petugas medis memutuskan Sudarno membutuhkan perawatan lanjutan. Ia pun segera dirujuk ke Rumah Sakit Al-Muasad. Namun, tak lama setelah tiba di rumah sakit, almarhum dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 23.00 waktu setempat. “Sesaat setelah sampai di rumah sakit, beliau dinyatakan wafat,” tambahnya. Adapun, almarhum telah dimakamkan di pemakaman setempat pada pagi harinya, dengan disaksikan oleh para petugas dan pendamping kloternya. Berdasarkan informasi dari Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, almarhum tidak memiliki riwayat penyakit tertentu. Bahkan, saat pemeriksaan kesehatan menjelang keberangkatan di embarkasi, Sudarno dinyatakan istithaah atau layak terbang.
Baca Juga: Defisit APBN Kuartal I-2026 Capai 0,93% PDB, Alarm Fiskal Mulai Menyala “Tidak ada gejala penyakit tertentu sebelumnya. Bisa jadi ini karena faktor usia dan kelelahan setelah perjalanan panjang,” jelas Abdul Basir. Ia menambahkan, kondisi fisik jemaah sebelum keberangkatan bisa dipengaruhi berbagai faktor, seperti kurang istirahat akibat banyaknya aktivitas atau kunjungan keluarga menjelang keberangkatan.
Imbauan untuk Jemaah Haji
Abdul Basir mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia agar lebih peka terhadap kondisi kesehatan selama perjalanan, terutama bagi jemaah lanjut usia. “Jika merasakan kondisi kesehatan menurun, segera laporkan kepada petugas kloter. Petugas kita cukup banyak dan siap membantu di setiap titik kedatangan,” tegasnya.
Baca Juga: Suku Bunga SRBI Naik, Taktik BI Jaga Daya Tarik Aset Domestik Ia memastikan, fasilitas kesehatan telah disiapkan baik di Bandara Madinah maupun di Bandara Jeddah untuk gelombang berikutnya. Jemaah tidak harus langsung ke tenaga medis, tetapi cukup melapor kepada petugas terdekat agar segera mendapatkan penanganan. “Yang penting jemaah menyampaikan keluhannya. Nanti petugas akan membantu mengarahkan ke layanan kesehatan,” katanya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News