KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyiapkan ratusan armada bus selawat untuk menunjang mobilitas jemaah haji selama berada di Makkah. Layanan transportasi ini akan beroperasi penuh selama 24 jam guna mendukung kelancaran rangkaian ibadah haji 1447 H/2026 M, khususnya perjalanan menuju Masjidil Haram. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Ihsan Faisal, dalam konferensi pers di kantor Daker Makkah, Syisyah, Sabtu (25/4/2026). “Jemaah tidak usah khawatir, bus shalawat beroperasi 24 jam untuk melayani jemaah,” ujar Ihsan.
Ia menjelaskan bahwa sistem transportasi ini dirancang dengan mempertimbangkan kemudahan akses bagi seluruh jemaah. Rata-rata jarak antara hotel dan halte bus selawat kurang dari 100 meter, sehingga memudahkan mobilitas dari dan menuju Masjidil Haram tanpa kendala berarti. Penempatan halte juga dilakukan secara strategis berbasis jumlah jemaah di setiap kawasan. Hotel dengan kapasitas besar serta kantor sektor dijadikan titik utama, sementara hotel di sekitarnya diarahkan untuk menggunakan halte terdekat.
Baca Juga: Pemerintah Dorong Industri Padat Karya Lewat Insentif Pembiayaan “Total ada 74 halte bus selawat. Tidak ada yang jauh karena ini sangat menentukan kenyamanan jemaah,” tuturnya. Setiap halte melayani dua hingga tiga hotel atau lebih, tergantung pada tingkat kepadatan jemaah. Ihsan menegaskan bahwa jemaah tidak perlu menuju kantor sektor untuk mengakses layanan ini. “Yang penting ada halte terdekat, mereka bisa langsung berangkat dari situ,” ujar pejabat Kemenhaj yang juga menjabat sebagai kepala seksi layanan petugas haji. Selain itu, desain layanan transportasi ini juga memperhatikan kebutuhan jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Akses menuju halte dibuat lebih ramah dengan jalur yang mudah dilalui dan jarak tempuh yang pendek. Untuk memastikan kelancaran mobilitas, bus selawat dioperasikan tanpa henti sepanjang hari. Jemaah dapat berangkat kapan saja dari halte terdekat menuju Masjidil Haram. “Jemaah tinggal keluar hotel, ke halte terdekat, lalu naik bus menuju Masjidil Haram. Kalau sudah ada bus bisa langsung naik, kalau belum ada, petugas akan mengarahkan,” katanya.
Baca Juga: Ini Pesan Kepala Bappisus kepada Pengusaha MBG Ihsan juga mengungkapkan bahwa terminal kedatangan bus disesuaikan dengan wilayah akomodasi jemaah. Untuk kawasan Syisyah dan Raudhah, jemaah akan turun di Terminal Syib Amir. Sementara itu, jemaah dari wilayah Misfalah diarahkan ke Terminal Jiad, dan jemaah di Aziziyah serta Jarwal menggunakan Terminal Jabal Ka’bah. Dalam kesempatan tersebut, jemaah diimbau untuk mengingat rute perjalanan dan nomor bus yang digunakan agar tidak mengalami kesulitan saat kembali ke hotel. “Yang penting jemaah mengingat nomor rute busnya. Itu yang akan mengantarkan kembali ke hotel yang sama,” ucapnya.
Petugas juga disiagakan di berbagai halte dan terminal untuk mengatur arus pergerakan bus serta membantu jemaah, terutama saat jam-jam sibuk. Dalam kondisi padat, bus akan diberangkatkan segera setelah penuh, sementara pada kondisi normal, jadwal keberangkatan tetap diatur agar layanan tetap optimal. Sebagai bagian dari upaya peningkatan kenyamanan, prioritas tempat duduk diberikan kepada lansia, penyandang disabilitas, serta perempuan. “Kalau pun jemaah salah naik atau salah arah, tidak perlu khawatir. Petugas di lapangan akan membantu mengarahkan kembali ke hotel,” pungkas dia. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News