Jemaah Haji Mulai Didorong ke Makkah 30 April, 12 Kloter Siap Berangkat dari Madinah



KONTAN.CO.ID – MADINAH. Pergerakan jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah mulai dilakukan pada 30 April 2026. Sebanyak 12 kelompok terbang (kloter) gelombang pertama dijadwalkan diberangkatkan secara bertahap.

Kloter perdana yang akan berangkat adalah jemaah dari Embarkasi Yogyakarta (YIA 01), disusul kloter pertama dari Embarkasi Jakarta (JKG 01).

Baca Juga: Prabowo Kejar 25.000 Koperasi Merah Putih dalam Tiga Bulan, Target Capai 81.000 Unit


Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Faisal Ihsan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan seluruh proses kedatangan jemaah di Makkah.

“Data yang kami miliki, insyaallah ada 12 kloter yang akan berangkat dari Madinah ke Makkah,” ujarnya di Kantor Urusan Haji Makkah, Rabu (29/4/2026).

Ia menjelaskan, jemaah dari kloter YIA 01 dijadwalkan berangkat dari Madinah pukul 07.00 waktu Arab Saudi (WAS) dan diperkirakan tiba di Makkah sekitar pukul 13.00 WAS.

Sesuai ketentuan otoritas Arab Saudi, pemberangkatan bus haji paling pagi dimulai pukul 07.00 WAS dan tidak boleh melewati pukul 18.00 WAS untuk keberangkatan sore.

Setibanya di Makkah, jemaah kloter pertama akan ditempatkan di sektor 7 wilayah Misfalah. Petugas memastikan layanan akomodasi dan transportasi telah siap menyambut kedatangan jemaah.

Baca Juga: Kepatuhan Lapor SPT Melemah, Pengamat Singgung Faktor Ekonomi hingga Coretax

Namun, Ihsan menegaskan jemaah tidak langsung turun dari bus saat tiba di hotel. Proses verifikasi identitas akan dilakukan terlebih dahulu oleh petugas dan pihak syarikah.

Petugas dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga akan naik ke dalam bus untuk memberikan arahan kepada jemaah terkait prosedur kedatangan.

“Kunci kamar akan diserahkan petugas sektor ke karom (ketua rombongan),” jelas Ihsan.

Selanjutnya, ketua rombongan akan mendistribusikan kunci kepada masing-masing jemaah.

Setelah menerima kunci, jemaah akan diarahkan langsung menuju kamar untuk beristirahat sebelum menjalankan umrah wajib, setelah mengambil miqat di Bir Ali.

Baca Juga: Prabowo Genjot Renovasi Sekolah: Tahun Ini 70.000, Target Tembus 100.000 pada 2027

Sementara itu, koper dan barang bawaan jemaah akan ditangani oleh petugas khusus (ummal) yang direkrut oleh Markaziyah.

Mereka akan membantu menurunkan hingga mengantarkan bagasi ke kamar hotel.

“Jemaah tidak menyentuh bagasi, langsung menuju ke kamar masing-masing,” pungkas Ihsan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News