KONTAN.CO.ID – MADINAH. Pelayanan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi mendapat beragam respons dari jemaah Indonesia. Selain apresiasi terhadap sejumlah layanan, sebagian jemaah juga menyampaikan keluhan terkait fasilitas yang dinilai belum sepenuhnya sesuai harapan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah layanan konsumsi. Beberapa jemaah mengeluhkan menu makanan dalam boks konsumsi yang dibagikan karena dianggap kurang sesuai dengan selera mereka.
Baca Juga: Aturan Teknis Pajak Global Terbit, Perusahaan Besar Wajib Lapor ke DJP Keluhan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Inspektorat Wilayah (Itwil) Kementerian Haji dan Umrah dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan. “Kami cek ke lokasi, mencicipi makanannya, dan bertanya langsung kepada jemaah dalam satu kloter,” ujar Inspektur Wilayah II Kementerian Haji dan Umrah, Ade Muhtar, saat ditemui Media Center Haji di Sektor 3 Daerah Kerja (Daker) Nabawi, Selasa (12/5/2026). Meski terdapat keluhan, hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan makanan yang disajikan masih dalam kondisi layak dan aman untuk dikonsumsi. Selain layanan konsumsi, Inspektorat juga menyoroti kondisi kesehatan jemaah selama berada di Arab Saudi. Ade menjelaskan perubahan suhu yang cukup ekstrem dibandingkan dengan kondisi di Indonesia menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sejumlah jemaah mengalami gangguan kesehatan.
Baca Juga: Nasib Guru Non-ASN: Pemerintah Pastikan Tak Ada PHK Massal 2027 Menurut dia, jemaah lanjut usia (lansia) menjadi kelompok yang paling rentan karena lebih sensitif terhadap perubahan cuaca. Meski demikian, Ade menilai pelayanan kesehatan bagi jemaah sejauh ini berjalan cukup baik. Koordinasi antara petugas sektor, petugas kloter, hingga tenaga medis di klinik dinilai berlangsung optimal. Di Sektor 3, misalnya, Klinik Kesehatan Kloter yang berada di lantai dua Diwar Rose Hotel menyediakan dua tempat tidur pasien untuk pelayanan awal. Klinik satelit tersebut dibentuk untuk mendekatkan akses layanan kesehatan bagi jemaah, khususnya lansia dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi. Saat ini terdapat lima klinik satelit yang disiapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan jemaah.
Pemeriksaan di klinik tersebut melayani berbagai keluhan umum seperti gangguan saluran pernapasan atas, tekanan darah tidak normal, hingga kelelahan akibat aktivitas ibadah dan cuaca panas.
Baca Juga: Layanan Konsumsi Haji 2026 Makin Modern, Distribusi Makanan Dipantau Real-Time Selain pelayanan di klinik, petugas kesehatan juga rutin melakukan visitasi atau kunjungan langsung ke kamar-kamar jemaah, terutama bagi mereka yang tidak memungkinkan datang sendiri ke fasilitas kesehatan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News